DUET POS KARANTINA DAN POS LANTAS PETAPAN SURAMADU, SISI MADURA DI SOROT | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

DUET POS KARANTINA DAN POS LANTAS PETAPAN SURAMADU, SISI MADURA DI SOROT

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

LiputanIndonesia.co.id, Bangkalan Madura –  Pemerintah sudah saatnya mengeluarkan aturan tentang jenis kendaraan yang menggangkut hewan ternak, baik berupa sapi, kambing dan ayam potong. Pasalnya, pengguna jalan banyak yang mengeluh dengan kotoran serta bau yang dihasilkan dari angkutan tersebut.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Bangkalan, Wilayah kerja Jembatan Penyeberangan Suramadu merupakan akses lalulintas MPHPHK/OPTK yang cukup padat dengan tingkat kerawanan tinggi. Banyak pengguna jasa pengangkutan hewan menggunakan bak terbuka itu membuat LSM Lasbandra geram.
Sekjen Lasbandra, Rifai kepada awak media, seharusnya instansi terkait lebih tegas dan profesional menindak kendaran yang membawa hewan ternak maupun unggas yang tidak mematuhi aturan yang ada.
“Kasihan sama pengendara sepeda motor yang berpapasan atau beriringan dengan kendaraan angkutan hewan, pengendara sepeda motor terkena kotoran dari hewan ternak tersebut,” ucapnya.
Kebanyakan kendaraan angkutan hewan menggunakan Pick Up atau bak terbuka, serta sopir kendaraan yang mengangkut hewan tersebut mengabaikan kenyamanan dan ke amanan pengguna jalan. Seperti bau yang menyengat dan kotorannya berhamburan ke jalan raya itu terkesan di biarkan.
“Mayoritas masyarakat Madura Jawa Timur ber AGAMA Muslim jadi apabila pakaian terkena cipratan kotor hewan pasti najis dan bau, hal seperti itu masyarakat benar- benar sangat dirugikan,”tambahnya.
Sekjen yang berambut plontos tersebut juga menyayangkan sikap petugas Karantina Bangkalan serta petugas polantas yang bersikap diam tanpa ada perhatian sedikitpun kepada pengendara sepeda motor. 
Meski pun ada pos Polisi di samping stasiun Karantina Bangkalan petugas lantas hanya diam dan tutup mata.
“Sopir yang membawa hewan ternak hanya berhenti membayar retribusi saja seperti beli tiket bioskop, 
KASIH UANG JALAN PUN LANCAR
Sayangnya petugas Karantina hanya menghitung hewan yang diangkut, seharusnya petugas memeriksa kesehatan hewan yang dibawa juga,”ungkapnya.bersambung (ON1)

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close