Dua saksi korban maafkan terdakwa Bayu Giri Cs

Dibaca: 1161 kali

Dalam persidangan Dua saksi korban bersedia memaafkan Bayu Giri Kusuma dan terdakwa lainnya, kasus pengeroyokan di Jimmy's Club Hotel JW Marriott SurabayaDalam persidangan Dua saksi korban bersedia memaafkan Bayu Giri Kusuma dan terdakwa lainnya, kasus pengeroyokan di Jimmy’s Club Hotel JW Marriott.

Surabaya – Sidang agenda mendengarkan keterangan saksi korban dari kasus pengeroyokan yang dilakukan Giri Bayu Kusuma mantan Hipmi Jatim dan empat temannya, dan disaksikan oleh Bagus Sudharmono selaku, Penasehat Hukum.

Saksi tidak ungkapkan kalimat ” Rasis ” yang di ucapkan Jimmy (saksi) pemicu nya adalah, amarah terdakwa yang notabenenya kliennya adalah wanita.

Dalam persidangan, di ruang Sari I, Pengadilan Negeri Surabaya, tampak Damang Anubowo selaku, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan dua saksi. Di antara keduanya saksi yaitu, Handy dan Jimmy.

Dihadapan Majelis Hakim Handy mengawali kesaksiannya guna menyampaikan keterangan. Adapun keterangan yang di sampaikan, dalam ruangan Jimmy’s club’ Hotel JW Marriott Surabaya, ada keributan antar pengunjung.

” Asal muasal keributan saksi katakan tidak tahu persis,” Ucapnya.

Masih menurut saksi, saat hendak keluar dari ruangan club bersama saksi Jimmy dan Yuna, menuruni tangga Jimmy menanyakan perihal keributan yang terjadi.

Baca:  Karaoke Dewasa Sidoarjo tidak ditindak, Kapolsek sudutkan Wartawan

“ Ketika turun lewat tangga, Jimmy tanya, ada apa kok ribut-ribut tadi ?. Saksi menjawab, masalah bubur gitu aja kok di ributin, ” katanya.

Gunjingan saksi dan temannya, tidak di sadari korban telah di dengar oleh terdakwa dan secara spontanitas terdakwa mengejar saksi.

Mengetahui hal tersebut, saksi mencoba menghalangi untuk menenangkan terdakwa. Entah kalimat seperti apa yang dilontarkan saksi hingga membuat terdakwa yang notabene seorang wanita naik pitam bisa mencengkeram baju saksi.

Ia menambahkan, ” Setelah di serang terdakwa, rekannya turut menghampiri dan langsung memeganggi saksi, sedangkan terdakwa lainnya, melakukan pemukulan, tendangan dan pengeroyokan,” papar saksi.

Usai saksi memberikan keterangan, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Bagus Sudarmono selaku, Penasehat Hukum terdakwa guna mengajukan pertanyaan. Adapun pertanyaan Penasehat Hukum terdakwa berupa, Saudara saksi kalimat apa yang saksi utarakan hingga kliennya (wanita) berani mencengkeram baju saksi ?, tanya penasehat hukum terdakwa.

” Kami hanya mengatakan, hanya gegara bubur saja sampai ribut, ” jawab saksi.

Baca:  Penjual sapi Muslim di India 'ditembak, mayatnya dilempar ke rel kereta'

Sayangnya, jawaban saksi tidak memuaskan Penasehat Hukum terdakwa lantaran, masak hanya kalimat bubur saja kliennya naik pitam.

” Masak hanya sebuah kalimat bubur saja kliennya bisa naik pitam?.
Ia berkeyakinan pasti ada kalimat-kalimat saksi kepada kliennya yang bisa memicu kemarahan,” bebernya.

Selain itu, dalam kesempatan yang di berikan oleh JPU terhadap keduanya, yaitu, terdakwa dan saksi apakah bersedia bila ada upaya perdamaian atau memaafkan terdakwa?. Secara terbata-bata saksi dengan sedikit gugup menjawab pertanyaan JPU bersedia memaafkan terdakwa.

” Saya bersedia memaafkan para terdakwa,” ucap saksi.

Tampak dalam persidangan, saksi memaafkan para terdakwa sembari di sertai Dewi Aldona Doni mengawali berdiri berjabat tangan dengan saksi (korban) guna saling memaafkan dan secara spontan terdakwa lainnya pun turut mengikuti.

Sesi selanjutnya, Jimmy dalam keterangan yang disampaikan yaitu, ” saat melihat temannya di keroyok, ia bermaksud mendatangi guna melerai ternyata malah dirinya juga turut di keroyok,” katanya.

Secara terpisah, saat di temui wartawan, Bagus Sudarmono selaku Penasehat Hukum terdakwa mengatakan, sebenarnya mengapa saksi ( korban) hanya sekedar ngomong gegara bubur saja bisa memicu kemarahan kliennya?.

Baca:  Kapolres Waykanan Hina Wartawan, Profesi Jurnalis Seperti Kotoran Hewan

” Ia meyakini pasti ada kalimat-kalimat yang tidak di ungkap saksi di persidangan. Entah kalimat apa, pastinya seperti apa nanti tunggu pada persidangan agenda keterangan saksi, ” jelasnya.

Masih menurut Penasehat Hukum terdakwa, ” Nanti-nanti, tunggu pada agenda keterangan terdakwa. Ia tak ingin berandai-andai memberikan keterangan dalam perkara ini,” pungkasnya. (M3T)