DPO Wisnu Wardana Kasus Korupsi, Tertangkap Kejari Surabaya

Dibaca: 1192 kali

Liputan Indonesia, Surabaya – Berawal dari informasi masyarakat tentang keberadaan DPO ( Daftar Pencarian Orang), atas nama Wisnu Wardana, Kejari Surabaya segera ambil tindakan, Rabu (09/01/2019), sekira pukul 05.50 WIB.

Pria yang pernah menjabat ketua partai Hanura itu ditangkap sekitar pukul 06.15 WIB di Jalan Lebak Jaya Kenjeran.

“Iya tadi kami tangkap 06.15 WIB, di Jalan Kenjeran mau masuk ke Gang Lebak Jaya Indah,” ungkap Kasi Intel Kejari Surabaya I Ketut Kasna.

Penangkapan WW sempat diwarnai insiden kecelakaan. Saat itu WW bersama anaknya yang mengendarai mobil Daihatsu Sigra warna hitam bernopol M 1732 HG sempat menabrak anggota tim Kejari Surabaya yang bermaksud melakukan penangkapan.

“Tadi anggota menghadang di depan mobil WW menggunakan motor, kemudian malah ditabrak hingga motor anggota terlindas,” tutur Kasna.

Begitu mobilnya berhasil dihentikan, WW juga sempat tak mau keluar dari dalam mobil. Petugas pun mengancam hendak memecahkan kaca mobilnya agar WW mau keluar.

“Setelah 5 menit kemudian akhirnya tersangka mau keluar dan kita amankan. Ia menggunakan masker dan menggunakan jaket,” tandasnya.

Baca:  Ahli Waris HR. Mustofa Sutopo, Kuasai Lahan PT. PP Property Suramadu

WW kemudian digelandang ke kantor Kejari untuk dimintai keterangan.

Seperti yang diberitakan, Wisnu Wardhana ditahan terkait aset PT PWU Jatim yang banyak hilang. Dugaan penyimpangan aset ini terjadi di dalam kontrak antara Unit Persewaan PT PWU dengan pihak ketiga. Meski disewakan kepada pihak ketiga, namun tidak memberikan kontribusi pendapatan ke Pemprov Jatim. Ini dikarenakan aset berupa lahan yang disewakan kepada pihak ketiga itu nilai jual objek pajaknya tidak sesuai dengan lokasi lahan itu berada.

“Salah satunya pusat perbelanjaan Carrefour di kawasan Ngagel Surabaya. Kabarnya, aset milik Pemprov Jatim ini disewakan di bawah nilai jual objek pajak (NJOP). Bahkan, dalam kontraknya, pihak Carefour menyewa lahan tersebut selama 30 tahun. Komisi C DPRD Jatim pernah melakukan penyelidikan yang berujung pada berakhirnya jabatan Arief Affandi sebagai Dirut PT PWU Jatim,” pungkasnya.(pai)