Disinggung Kapolri, Risma Bantah Isu Polisi Bekingi FPI | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Disinggung Kapolri, Risma Bantah Isu Polisi Bekingi FPI

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Surabaya, Liputan Indonesia — Adanya dugaan bahwa Polrestabes Surabaya membekingi Front Pembela Islam (FPI), dalam sosialisasi Fatwa MUI di sejumlah mall di Surabaya, dibantah oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Klarifikasi itu dilakukan di hadapan Jenderal Tito Karnavian Kapolri saat memberikan kuliah umum tentang Kebhinekaan di Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (29/12/2016).
Risma spontan berdiri saat ada mahasiswa yang bertanya kenapa Polrestabes Surabaya memperbolehkan, bahkan mengawal, FPI saat sosialisasi Fatwa MUI di sejumlah mall, beberapa waktu lalu.

“Mohon ijin Kapolri, saya boleh bercerita. Sebenarnya polisi tidak membekingi, itu hanya pengawalan keamanan agar tidak merugikan orang lain,” ujar Risma.

Risma menjelaskan, yang dilakukan Polrestabes Surabaya dan jajaran Satpol PP sudah sesuai prosedur. Pengawalan massa FPI yang akan menyampaikan sosialisasi Fatwa MUI di mall-mall sudah dilakukan dengan baik.

“Saya monitor terus waktu itu. Saya saksinya. Tidak ada beking-bekingan.Suwer!,” kata Risma sambil mengangkat dua jarinya.

Jenderal Tito Kapolri, berkaitan dengan Fatwa MUI tentang hukum mengenakan atribut non muslim mengatakan, masalah itu sudah clear dibicarakan dengan MUI pusat beberapa waktu lalu.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Intinya, Tito mengatakan, tidak diperbolehkan ada sweeping berkaitan dengan fatwa MUI tersebut.

“Kami sudah konferensi pers bersama-sama MUI. Fatwa itu bukan hukum positif, ini urusannya hubungan kita dengan Allah SWT,” katanya.

Dalam penegakan hukum, Polri memang mempertimbangkan pendekatan persuasif. Jika memang tidak bisa, maka harus ditindak tegas. Seperti sweeping di Solo, langsung ditangkap dan diproses hukum.

Sebelumnya, Kombes pol M Iqbal Kapolrestabes Surabaya juga menegaskan apa yang dilakukan FPI bukan sweeping tapi sosialisasi Fatwa MUI. Sebagai penegak hukum, polisi akan mengamankan agar masyarakat tidak terganggu.(Rhm)

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close