Diduga rekayasa fakta, Wartawan korban pemukulan dan pengeroyokan jadi tersangka

Dibaca: 14025 kali

” Janggal ” Wartawan Korban pemukulan dan pengeroyokan jadi Tersangka, padahal yang melakukan adalah Chi Sue (WCS) Bos Cafe Karaoke Santoso.

Surabaya – Kasus pemukulan dan pengeroyokan yang dialami Samsul anggota BeritaTKP dalam melakukan tugas, saat meminta iklan di Cafe Santoso yang tidak memiliki ijin alias cafe bodong di Jalan Kenjeran No.4 Surabaya, dinilai penuh rekayasa, yang dilakukan oleh pihak Chi Sue (WCS) pelaku pemukulan dan pemilik cafe karaoke Santoso bertempat di perempatan jalan Kenjeran lampu merah, Surabaya.

Dalam kasus pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh Bos Cafe Karaoke Santoso bernama Che Siu (WCS) beserta Ongky dan beberapa anak buah lainnya, Ini terbilang janggal. Pasalnya pekerja waitress, Ikhtiya Kustiyaningsih (47) dan WCS alias Ciker, Diduga memberikan keterangan palsu yaitu mengaku dipukul oleh Samsul anggota beritaTKP. Dengan bukti lapor LP/124/XII/2017/SMKT ” Saya tidak memukul wanita itu, dan saya tidak melakukan balasan pukulan, namun saya membela diri dan meronta ronta, karena tangan dan kepala saya dicekik serta di pegangi oleh pegawai cafe karaoke Santoso, dan saya di keroyok dihajar oleh Chi Sue (WCS) bos cafe Santoso serta Ongky dan beberapa anak buah lainnya, bahkan disitu ada oknum polisi reskrim polsek Simokerto bernama Sonny sedang duduk menyaksikan saya dipukul, tapi anehnya dia tidak melerai bahkan oknum polisi itu tidak bisa dijadikan saksi kata penyidik, walaupun dia berada di depan saya saat saya dihajar Chi Sue, diduga dia beckup Cafe Karaoke Santoso itu. Sedangkan Proposal beritaTKP, Kontak Motor di rampas dan HP saya dirusak serta memaki – maki saya dengan kata – kata kotor yang sangat tidak pantas untuk di beritakan apalagi hal tersebut dilakukan oleh Chi Sue (WCS) seorang Bos Kafe Santoso” Cerita Samsul selaku korban pemukulan dan pengeroyokan kepada Liputan Indonesia. Senin, (12/2/18).

Lanjutnya, ” ini aneh dan penuh rekayasa, masak saya korban pemukulan dan pengeroyokan malah dijadikan tersangka oleh penyidik Polsek Simokerto, pastinya ada permainan dan diduga adanya kesaksian atau pengakuan palsu yang sengaja di buat oleh pihak bos cafe Santoso, dia kan banyak uang, dia bisa kondisikan oknum wartawan dengan mengintimidasi lawyer beritaTKP, juga memberitakan tidak sesuai  fakta yang ada, juga oknum  polisi apalagi, sudah pasti dikondisikan semua, bahkan menghilangkan bukti bukti yang ada, semisal cctv ” cetusnya.

Divisi Hukum BeritaTKP Eko Santoso SH. dan Dimaz Aulia Rahman SH. salah satu pengacara BeritaTKP Eko juga menjelaskan, ” Ini lucu mas, masak klien saya ini jadi tersangka, kalau dibilang melakukan pemukulan itu lucu, dia loh di pegangi tangan dan kepala oleh pegawai cafe karaoke Santoso itu, mana bisa dia memukul, apalagi wanita, tentunya ini perlu diluruskan ke penyidik dan harus diberikan pandangan logika, kalau saudara Samsul membela diri guna melepaskan dari cengkraman pegangan pelaku pengeroyokan pasti, dan dia berusaha keluar, namun anehnya ada oknum anggota Reskrim Polsek Simokerto kok tidak melerai” ujar Eko Santoso SH, Selaku pengacara beritaTKP saat mendampingi korban ke Polsek Simokerto, Senin, (12/2/18) pagi.

Polsek Simokerto bekerja sesuai Prosedur dan Tupoksi Kepolisian

Terpisah, Kompol Masdawati Saragih Kapolsek Simokerto, Saat dikonfirmasi via handphone mengatakan ” kasus pemukulan dan pengeroyokan saudara wartawan Samsul sudah kami proses sesuai prosedur dan kami sudah kirim ke kejaksaan, biar jaksa dan hakim yang memutuskan.” Tutur Kapolsek Simokerto, Surabaya.

Dengan adanya surat panggilan dari Polsek Simokerto, korban bernama Samsul menjadi status tersangka, dinilai banyak kejanggalan terkait kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan beritaTKP diduga adanya kesaksian dan pengakuan palsu, serta bos cafe Santoso sudah mengkondisikan mulai para oknum wartawan yang membeckup cafe karaoke santoso dan juga oknum kepolisian.

Kuat Dugaan Banyak Oknum Mulai Wartawan, Satpol-PP, Hingga Oknum Polisi Mendapat Upeti Bulanan, Minum Bir Gratis, Dari Cafe Karaoke Santoso.

Seperti yang dikutip dari beritarakyat dalam pemberitaannya, juga informasi yang di himpun oleh narasumber yang dapat dipercaya, pro dan kontra terjadi bisa kita lihat dari beberapa media yang memberitakan cafe Santoso, juga berkali kali di gerebek oleh petugas gabungan, namun tetap membandel dan kebal hukum.

” Ada media yang membela cafe karaoke Santoso bodong itu, padahal cafe karaoke Santoso itu bodong, diduga mereka (media) itu yang membela sudah jelas dapat atensi bulanan dan dapat minum bir gratis, dengan mengorbankan rekannya satu profesi, media yang memberitakan terkait tudingan oknum wartawan yang telah melakukan penganiayaan terhadap karyawan cafe Santoso. Dan ada juga media lain yang memberitakan terkait rekan wartawan Syamsul telah di aniaya dan di hajar bos cafe Santoso. Menariknya lagi, di ketahui bahwa cafe Santoso sudah berkali-kali di gerebek oleh pihak aparat kepolisian dan Sat Pol-PP Surabaya lantaran tidak memiliki dan mengantongi beberapa surat ijin yang sah atas usahanya itu.” Ungkap narasumber yang tidak ingin namanya disebut, Sabtu (20/01).

” Ada nama-nama oknum Wartawan dan Sat-Pol PP, bahkan dari oknum kepolisian yang mendapat atensi bulanan, ada juga oknum wartawan jika datang ke cafe Santoso mendapat prioritas pelayanan mulai dari discount  hingga mendapatkan gratis minum-minuman yang beralkohol,” tandas sumber ini.

Dalam kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan beritaTKP, membuktikan bahwa Surabaya tidak aman dan kondusif hingga terjadi hal tersebut, diduga telah terjadi konspirasi dan campur tangan oknum-oknum yang memiliki kepentingan pribadi atau golongan guna menghalalkan segala cara dan mengorbankan rekan satu profesinya untuk membela Cafe Karaoke Santoso, padahal mereka hanya dimanfaatkan oleh bos cafe karaoke tersebut. (hsn/slm/bay)