Diduga Korupsi, Makan Lansia dan Dapur RW.09 Kapasan Surabaya Perlu di Sidak | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Diduga Korupsi, Makan Lansia dan Dapur RW.09 Kapasan Surabaya Perlu di Sidak

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Surabaya – Terkait adanya temuan yang diduga tidak layaknya tempat memasak dan menu makanan untuk Lanjut Usia (lansia) diwilayah RW. 09, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto. Membuat sejumlah warga kecewa dengan perbuatan ketua RW. 09 Manidin. Kamis, (19/12/18).

Dalam investigasi wartawan di lokasi RW.09 bernama Manidin beserta istri menjelaskan, ” Kalau makanan sudah sangat layak dan tepat sasaran, tapi dari nilai rupiah yang kita dapat sebetulnya Rp.11.000′. Namun kami terima 10.000′, ” katanya.

Masih kata Manidin, ” Kami ini sudah melakukan yang terbaik untuk warga, kalau memang dirasa kurang ya dari sisi mana, terus terang satu paket makanan lansia ini terbilang enak, terhitung Rp. 8.000, sisa Rp. 2.000 untuk kami bagikan ke bagian masak, berjumlah 4 orang, 1 orang senilai Rp. 500.000 per minggu. Ya kalau selama ini dibilang kurang ya pasti kurang lah mas, tapi gimana lagi ini sosial, kita kerja dengan hati ” elaknya.

Lanjutnya, ” Untuk kesehatan BPJS warga kami sudah mengumpulkan data ke pihak kelurahan, namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” ujar Manidin.

Perlu diketahui, saat wartawan sidak di lapangan menu makanan tidak layak dan tidak sesuai dengan yang di foto, dan masalah tempat memasak makan lansia tidak steril, bahkan warga kampung tidak setuju, karena jalan umum dibuat dapur, namun hal digunakan tanpa ijin ke pemilik rumah dan tanpa persetujuan warga.

                   

Inisial ‘S’ selaku Sekretaris kelurahan Kapasan, saat ditanya wartawan terkait masalah ini mengatakan, ” Jangan mas, kalau dimuat nanti imbasnya ke saya,” katanya.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Sejumlah warga RW.09 Kapasan, Simokerto inisial “H A” mengatakan, ” penyebab dari selokan buntu ditimbulkan dari tempat masakan yang permanen, sehingga saat pengurasan tidak bisa. Bahkan Manidin mengaku lahan tempat yang buat masak tidak disetujui oleh warga,” tutupnya. (mlk)

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close