Dana Tersendat, Nasabah Laporkan Koperasi SMU Mitra Perkasa Probolinggo

0
1289


Surabaya – Tergiur oleh janji manis pengelola koperasi di Probolinggo, seorang nasabah bernama Tjauw Dat Tjon alias Koko Fa akhirnya kena tipu.

Dengan di damping oleh kuasa hukumnya yaitu Rutinsih Mahera SH.M.Hum mendatangi Mapolda jatim untuk melaporkan penipuan yang dilakukan oleh koperasi SMU Mitra Perkasa Probolinggo (Jum’at 7/9) lalu.

Hera mengatakan bahwa kliennya yang telah menaruh sejumlah uang untuk di depositokan ternyata belum menerima uang bunga ataupun uang deposito. “ Klien kami yang menaruh uang di koperasi SMU Mitra Perkasa sebesar 1.250.000.000 sampai saat ini belum menerima bunga yang dijanjikan oleh koperasi tersebut “ katanya.

Menurut Hera kliennya pernah mencoba untuk menagih uang tersebut dan juga ingin menarik uang depositonya.

Namun, saat didatangi ternyata koperasi SMU Mitra Perkasa yang terletak di Probolinggo tersebut sudah tidak beroperasi lagi “ Saat kami datangi untuk menagih uang klien kami ternyata koperasi tersebut sudah tidak buka lagi tapi masih melakulakan kegiatan pendidikan dan kegiatan lainnya” tukasnya.

Baca juga:  Badai Doris Terjang Jalur kereta di Wolverhampton Inggris

Setelah diselidiki oleh tim kuasa hukum ternyata koperasi SMU Mitra perkasa tersebut masih melakukan kegiatan menarik dana dari calon nasabah lainnya.

Melihat hal ini Hera yang mendapat laporan dari koko Fa akhirnya berinisitif untuk melaporkan perihal penipuan yang dilakukan oleh koperasi Mitra Perkasa tersebut “ klien kami yang meraa ditipu oleh pihak koperasi akhirnya memberikan kuasa kepada kami untuk melaporkan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh koperasi Mitra Perkasa probolinggo tersebut “ ucap Hera berambut pirang ini.

Sedangkan korban penipuan bernama koko Fa mengatakan bahwa dirinya tergiur untuk menaruh uang deposito di koperasi Mitra Perkasa tersebut dikarenakan suku bunga yang dijanjikan kepada dirinya cukup besar. Tapi, setelah berjalan tiga bulan koko Fa yang mencoba mengambil bunga uang depositonya hanya bisa gigit jari karena uang tersebut tidak bisa dikeluarkan “ Saya percaya dengan ucapan pengurus koperasi tersebut yang akan memberikan bunga 8,5% pertahun. Tapi , saat saya akan mengambil bunga tersebut pihak kperasi tidak bisa memberikan uang dengan alas an yang tidak jelas” ujarnya.

Baca juga:  Diduga Beckup Karaoke, Kapolsek Kota Sidoarjo Arogan Diperiksa Propam

Koko Fa juga menambahkan bahwa dirinya juga dijanjikan liburan ke luar negeri bila uang yang didepositokan tidak diambil dulu “ Saya tidak mau saat dijanjikan pergi ke luar negeri oleh pihak koperasi . Dan, saya tetap ingin uang saya kembali “ katanya.

Sementara itu dari pemebritaan yang pernah beredar mengataan bahwa pihak manajemen koperasi menyebut, sejauh ini tidak ada kendala dalam koperasi yang dijalankannya.

Penyebab pembatasan dan tersendatnya pencairan dana itu, lantaran proses likuiditas piutang milik koperasi yang tersendat pula.

Piutang koperasi yang berada di pihak lain, dijelaskan manajemen Koperasi Mitra Perkasa, Welly Sukarto, sekitar Rp 100 miliar yang belum cair sepenuhnya. Hal itulah yang kemudian berakibat pada tersendatnya pencairan dana nasabah dan anggota.

“Dalam pencairan itu, kami terkendala limit. Nah, dari uang yang ada itu, kami coba untuk membagi dengan semua anggota. Dengan cara melakukan pembatasan pencairan itu. Kalau kami layani seorang saja, dengan jumlah besar, maka habislah yang lain,” kata Welly. (zam)

Baca juga:  Telegram Diblokir, Teroris Berkoordinasi VIA Game Online
Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline