Cerai Dengan Istri, Bapak Kandung Setubuhi Anaknya

Surabaya – LiputanIndonesia.co.id, |Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) kembali berhasil membekuk Pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur. pelaku bernama Bambang Arif (43), warga Sidotopo Jaya Surabaya telah melakukan tindakan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri. korban bernama BI (16) yang sudah putus sekolah ini mengaku sudah berkali kali di setubuhi oleh pelaku sejak setahun lalu.

Tersangka yang sudah bercerai dengan istri pertama ini kini menikah dengan wanita lain dan bertempat di Jl.Mojoklangru Kidul Blok D/35-C Surabaya. disitulah pelaku memerankan aksinya. dari pernyata’an tersangka anaknya pernah diperkosa oleh pacarnya beberapa tahun silam dan pernah melapokan ke Polres Tanjung Perak namun laporan tersebut telah dicabut oleh Ibundanya.


Dengan alasan cemas karena permerkosa berasala dari keluarga madura dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

inilah pengakuan Tersangka sa’at rilis Mapolrestabes Surabaya ” Saya merasa jengkel dan malu karena anak BI sering gonta ganti pacar dan diajak main kerumah, jadi saya terapi dengan memandikan air kembang” kata Pelaku.

Setiap melakukan terapi ternyata pelaku hasratnya memuncak dengan karena melihat postur tubuh muda anaknya ini dan dilakukan aksinya. mungkin ketagihan pelaku juga melakukan persetubuhan pada anak kandung jika ada kesempatan sewaktu tidak ada orang dirumah.

Baca:  BPN Surabaya ll Di Demo Pemilik Hak Waris, Terkait Sertifikat Ganda Grand City Mall

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto BG Silitonga mengatakan,” Modus pelaku ini termasuk modus baru dengan alasan malu dan dengan inisiatifnya memandikan kembang terhadap anaknya untuk membersihkan dari hal hal yang tidak diinginkan, di awal itulah si pelaku melakukan aksinya”, kata shinto.

Aksi pertama kali tersangka dilakukan pada bulan April 2016 lalu, korban disuruh masuk kamar mandi dan disuruh telanjang bulat dan dimandikan air kembang sambil diraba raba seluruh tubuhnya hingga ke bagian vital.setelah itu korban di suruh masuk kekamar dan berbaring dan dipijit lalu di setubuhi oleh Pelaku.

Tersangka akan dijerat pasal 81 ayat 2 dan ayat 3 UURI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI 23/2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun penjara.(wo)

Bagikan berita ini

Baca Lainnya: