Cemari Udara, Pabrik Tandon Bahan Resin Bakal Ditutup Warga – Liputan Indonesia | berita hari ini, informasi harian terbaru terkini

Cemari Udara, Pabrik Tandon Bahan Resin Bakal Ditutup Warga

Sidoarjo – Menjamurnya penganguran membuat banyak usaha yang tidak memenuhi standart kesehatan. Salah satunya usaha pembuatan tandon fiber dari bahan resin, yang dikelolah Slamet warga Desa Bendo Tretek Prambon,  Sidoarjo belum mengantongi ijin resmi dari pemerintah.

Usaha pembuatan tandon ini menurut keterangan warga milik salah satu pengusaha di Surabaya menuturkan, ” Dulu tahun 2014 sempat ditolak warga, karena bau bahan Resin yang sangat menyengat dan limbah pembuangan berserakan hal itu diperkuat dengan bukti surat perjanjian tanggal 20/01/2014 yang ditanda tangani oleh Rt. 06 Rw. 01 desa bedo tretek prambon. Berbunyi dalam tulisa itu, Slamet atas nama pengelolah bersedia untuk menutup usaha tersebut dan apabila dikemudian hari terbukti lagi ada komplain dari warga, maka siap ditutup dan diproses secara hukum. ” itulah isi kutipan nya mas ” ujar salah satu warga.

Namun pihak pengelola berkelit, saat awak media mendatangi kantor nya Slamet mengatakan ” Usaha kami sudah ada ijin tertulis dengan warga loh,  ” ucap Slamet selaku pengelolah usaha tersebut kepada awak media yang datang ketika meminta klarifikasi dilokasi, Sabtu, (10/03/18).

Baca juga:  Dua Perwira Polresta Sidoarjo Dimutasi, Atas Prestasinya

Ketika awak media beserta Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen ( YALPK ) mendatangi lokasi usaha pembuatan tandon tersebut, guna klarifikasi terkait adanya laporan warga dengan adanya pencemaran lingkungan yang sangat menganggu aktifitas warga ini. ” memang terbukti benar adanya kegiatan usaha produksi dengam polusi udara sangat menyengat dari bahan kimia Resin serta debu asap menyengat hidung. ” Ucap Ketua Umum YALPK Edy R. A. Tarigan SH. YALPK.

ADVERTISEMENT

Menurut keterangan salah satu warga, surat kesepakatan warga yang tertanggal 05 – 08 – 2016 disaksikan oleh Rt. dan Rw itu semua rekayasa pengelolah, diduga data dari absen yang menyetujui berdirinya usaha tandon berbahaya itu bukan warga terdampak melainkan warga jauh bahkan penuh rekayasa dari pihak Slamet.

Lanjut YALPK ” Kalau memang usaha pengelolahan tandon itu tidak ada ijinnya maka pihak MUSPIKA yang terkait harus segera ambil tindakan, apalagi ada pengaduan masyarakat yang merasa terdampak serta menganggu, mencemari lingkungan, dan ijin amdal belum ada, maka itu sangat fatal dan bisa dituntut pidana,” ungkap edy dikantornya, Sabtu,  (10/03/2018).

Baca juga:  Pemprov Jatim Perkuat Cengkraman Perdagangan Antar Daerah

YALPK siap mengawal dan akan segera menindak lanjuti bahkan akan segera mengumpulkan data serta bukti, dan bahkan meneruskan pengaduan dari masyarakat tersebut ke DLH serta ke dinas terkait, juga kepolisian.” tutup edy. (jn/tim)

Bagikan berita ini

hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
Baca Lainnya

error: Hak Cipta © PT. Lindo Sahabat Mandiri ..!!