Cara Awal dan Teknik Penulisan Berita yang Baik dan Benar

Teknik Penulisan Berita yang Baik dan Benar sesuai dangan Kaidah Jurnalistik —5W1H plus Piramida Terbalik.


SETIAP kali tampil sebagai pembicara di sebuah pelatihan jurnalistik, saya hampir selalu diminta membuka website instansi asal peserta dan diminta memberi masukan.

Saya suka ambil sampel berita terbaru yang ada di situs web itu. Umumnya, berita yang dibuat staf humas instansi/perusahaan yang dimuat di websitenya dimulai dengan unsur waktu (when).

Saya kasih contoh, sumbernya gak disebutin ya, takut kena pasal “pencemaran nama baik” 

Pada hari Selasa, 1 September 2015, Lembaga XXXXX melalui Seksi Bidang XXXXX menyelenggarakan SeminarXXXXX yang bertempat di Ruang Auditorium XXXX Jakarta.

Saya katakan, berita yang diawali dengan unsur waktu sangat langka. Saya lalu buka beberapa situs berita untuk menunjukkan betapa tidak lazimnya sebuah berita dimulai dengan unsur waktu, apalagi menggunakan kalimat “pada hari…”.

Secara bergurau, saya bilang, penulis berita sangat  terpengaruh oleh lirik lagu anak-anak, semasa kecil, yaitu “pada hari Minggu kuturut ayah ke kota/ naik delman istimewa kududuk di muka/” (Naik Delman).

Contoh berita di sebuah situs web instansi pemerintah itu sangat khas, tipikal berita di situs-situs lembaga/instansi.

Mari kita edit berita tersebut menjadi berita yang baik dan benar sesuai dengan kaidah jurnalistik:

Lembaga XXXXX menyelenggarakan SeminarXXXXX Selasa 1 September 2015 di Ruang Auditorium XXXX Jakarta.

Lembaga XXXXX menyelenggarakan SeminarXXXXX Selasa (1/9/2015) di Ruang Auditorium XXXX Jakarta.

Bagaimana? Lebih enak dibaca dan lebih efektif ‘kan? Penyuntingan dilakukan pada dua segi:

Kalimat — dibuat lebih efektif, efisien, sesuai dengan kaidah bahasa jurnalistik (esp. hemat kata), dengan memotong (cutting) kata “pada hari” dan “yang bertempat”. Pembaca sudah paham, Selasa itu nama hari, dan Auditorium itu nama tempat. Jadi, gak usah lagi dikasih “pada hari” dan “yang bertempat”.

  1. Susunan unsur berita 5W1H –unsur waktu (when) di depan dipindahkan ke tengah atau ke belakang dan mengedepankan unsur subjek/pelaku (who).

Pedoman Menulis Berita: 5W1H plus Piramida Terbalik

Secara “teknis”, menulis berita itu melaporkan peristiwa dengan menyusun unsur atau elemen berita yang terangkum dalam istilah 5W+1H :

  • Who / Siapa – Pelaku, subjek. Siapa? Siapa yang melakukan? Siapa yang mengadakan? Siapa yang terlibat? Biasanya nama orang atau lembaga.
  • What / APA – Peristiwa. Apa? Melakukan apa? Mengadakan apa? Ngomong apa? Menyelenggarakan apa?
  • Where / Dimana – Tempat. Di mana diadakannya? Di mana terjadinya? Di mana lokasinya?
  • When / Kapan – Waktu. Kapan? Hari apa tanggal berapa? Iraha? Berpa lama?
  • Why / Kenapa – Tujuan, latar belakang peristiwa. Kenapa? Untuk apa? Apa tujuannya? Mengapa terjadi? Kenapa diadakan? Kenapa ngomong begitu?
  • How / Bagaimana – Detail peristiwa. Bagaimana ceritanya? Bagaimana kejadiannya? Prosesnya? Ada apa saja?

Keenam unsur berita tersebut lalu disusun dengan mengacu pada format pemberitaan yang dikenal dengan istilah piramida terbalik (inverted pyramid), yakni mengedepankan unsur terpenting dalam peristiwa. 

The Inverted Pyramid — This refers to the style of journalism which places the most important facts at the beginning and works “down” from there. Ideally, the first paragraph should contain enough information to give the reader a good overview of the entire story. The rest of the article explains and expands on the beginning.

Ringkasnya, dalam menulis berita atau menyusun laporan peristiwa, penulis berita harus mengedepankan unsur terpenting dari 5W+1H di atas: pelaku, peristiwa, tempat, waktu, tujuan, atau detail?

Lazimnya, unsur WHO atau WHAT merupakan unsur terpenting sehingga dikedepankan. Karena itu, saya sudah menemukan formula bagus untuk menulis berita yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik, yaitu:

  • Who did What, When, Where, Why, How.
  • SIAPA melakukan APA, kapan, di mana, kenapa, bagaimana?
  • Contoh: Lembaga XXX mengadakan Seminar XXX Sabtu (26/9/2015) di Jakarta untuk membahas kebijakan terbaru.
  • Contoh lain: Manchester United menang 3-2 atas Southampton dalam pertandingan Liga Inggris Minggu (20/9/2015) di St. Mary’s Stadium.

Sekarang, silakan buka situs berita atau media onlinefavorit Anda. Silakan bandingkan alinea pertamanya dengan rumus di atas.

Saya kasih contoh deh, ngambil screenshot  sebagian halaman depan BBC Indonesia Rabu (23/9/2015). Perhatian awal kalimat (awal paragraf) yang saya kasih highlight kuning –unsur WHO.

contoh unsur berita who di awal kalimat
Contoh unsur WHO di alinea pertama berita BBC Indonesia.*

Tentu, formula “SIAPA melakukan APA” di atas tidak baku. Itu hanya “standar” penulisan berita yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik –5W1H plus Piramida Terbalik.

Jika unsur When, Why, Where, bahkan How dianggap paling penting, maka bisa dikedepankan, namun itu tadi… tidak lazim.

Demikian “kuliah online” kita tentang Cara Menulis Berita yang Baik mengacu pada kidah jurnalistik “5W1H” plus “Piramida Terbalik”. Wasalam. 

Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda. Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS