Camat Benowo Tidak Tegas, Pengelola Pasar Sememi Korupsi Stand

Dibaca: 174 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Pasar Sememi Benowo ” Lapak Pedagang Di pagari, Pengelola jual Stand ” Akibat PUNGLI

Surabaya, Liputan Indonesia — Polemik pedagang pasar sememi dengan pengelola pasar Sememi, Benowo masih berkelanjutan, jum’at sore 6/1/2017, Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang ( DCKTR ) Kota Surabaya, Camat Benowo, Satpol PP Kecamatan, Dinas koperasi dibantu Polsek serta Koramil Kecamatan Benowo memantau langsung  pemasangan batas pagar pasar Sememi Bandarejo Surabaya. Jumat,(6/1/17).

Akibatnya 300, kurang lebih pedagang kaki lima di pasar sememi, Benowo menjadi korban dari ketidak becusan pengelola pasar itu, sehingga banyak pedagang tidak bisa berjualan di lapaknya.

Dalam wawancara singkat, Muslik selaku Camat Benowo mengatakan, ” Lapak pedagang yang di tempati sekitar 300 lebih penjual harus segera direlokasi. karena ini prosedur yang  harus dilakukan karena  PEMKOT Surabaya sudah menempatkan di bangunan gedung yang baru mas ” katanya.

Ketika awak media menemui salah satu pedagang sebut saja pak Nas inisial salah satu pedagang, ” kami para pedagang siap dan mau di pindah tapi harus jelas, coba kalau kita lihat masih banyaknya kepemilikan ganda. Ini dikarenakan pak camat Benowo tidak berani menindak tegas pengelola pasar Sememi mas. ” ucap pedagang.

Masih pedagang pasar Sememi ” Padahal sudah jelas itu milik kami sesuai dengan surat yang di beri oleh pengurus pasar, tapi anehnya sudah ditempati pedagang lain, ini masih banyak yang terjadi dengan pedagang lain, Banyaknya PUNGLI di pasar sememi sudah jelas, tidak becusnya pengelolah pasar dan Korupsi dengan menjual stand ke pedagang baru, pedagang lama tidak dapat stand ” Ucap pedagang dengan nada geram.

Baca juga:  Longsor Banjanegara 32 korban ditemukan Tewas

Protes beberapa wargapun di respon oleh MUSPIKA setempat untuk di musyawarah di aula kecamatan Benowo sekitar Jumat 6/1/17 malam, 19.00 WIB. waktu setempat.

Musyawarah itu membahas terkait polemik ” PUNGLI ” serta tumpang tindihnya penghuni stand yang di hadiri MUSPIKA serta Dinas terkait juga di undang beberapa RT, RW,  dan sejumlah LSM, wartawan media cetak maupun online.

Pembahasan Polemik pedagang pasar sememi sempat terjadi protes dari salah satu warga banjar sugihan yang juga masih aktif di kedinasan anggota PAMINAL TNI.

seperti yang terekam awak media , beliau mengeklaim dengan menujukan surat bukti kepemilikan 6 stand dan belum sama sekali mejual atau mengalihkan ke orang lain.

” ini mas coba dicek bukti dari 6 stand tersebut milik saya, atas nama sendiri – sendiri tapi saya hanya di beri 2 stand saya akan memperjuangkan hak warisan saya mas ” Ucap warga banjar sugihan yang juga anggota PAMINAL TNI.

Berbeda dengan pidato Camat Benowo, dari stand di bangunan baru sudah siap di tempati 251 lapak pedagang dari data verifikasi pihak koperasi harus di huni 1 stand, 1 pedagang sesuai aturan koperasi dari hasil musyawarah bersama di gedung wawali lantai 2 PEMKOT Surabaya.

Statment Muslik selaku Camat benowo, menuai protes dan intruksi dari para pedagang agar di berikan stand sesuai haknya dan meminta untuk verifikasi ulang secara valid, serta pengosongan sementara stand baru.

Sesuai dari hasil kesepakatan bersama. Camat beserta MUSPIKA setempat akan sidak ulang pada hari minggu 8 pukul 10 pagi guna verifikasi ulang dan menindak tegas oknum pengelola pasar yang melakukan kecurangan itu.

Penulis: (ags.P)
Editor: (one)

ca-pub-2508178839453084