Cafe Karaoke Poppy Pertontonkan Penari Tanpa Busana, Aparatur Hukum Cuek?

Surabaya – Tersiar kabar dari sejumlah media, bahwa diduga Cafe dan Karaoke Poppy mempertunjukan penari erotis dimana mereka mengumbar kemolekan tubuh wanita hanya mengenakan pakaian dalam saja hampir tidak memakai busana.

Cafe dan Karaoke Poppy yang ada di wilayah kecamatan Sawahan Kota Surabaya, juga wilayah hukum Polsek Sawahan sudah meresahkan warga, khususnya anak muda disekitarnya dan membuat Surabaya menjadi sarang maksiat. Selasa, (20/2/18).

Dalam kasus pornografi dan pornoaks** melalui bukti Rekaman visual yang didapat redaksi Liputan Indonesia berdurasi 01:04 menit memperlihatkan tiga wanita hanya memakai celana dalam dan braa, sambil menari di depan para pengunjung dituangkan seperti hall atau panggung.

Seperti yang beredar di sejumlah media beberapa hari yang lalu berjudul “ Salah Satu Pub di Surabaya Sajikan Penari Erottis”. Beberapa pihak mulai Kasat Satpol PP Surabaya, Irfan dan pihak Kepolisian dikonfirmasi melalui pesan seluler tentang informasi adanya pertunjukan penari erotis disuguhkan di salah satu pub di Surabaya, Namun, tidak ada jawaban dari mereka, terkesan dari Satpol PP kota Surabaya dan Kepolisian menutup mata mengenai informasi pertunjukan penari erotis yang sudah merusak generasi muda Surabaya.

Pertunjukan berbau pornograf** dan pornoaksi bisa ditindak sesuai undang undang pidana bukan lagi sebagai perbuatan melanggar Perda (Tipiring).

Baca juga:  Pakde Karwo Berangkatkan Pemudik Gratis Via Kereta Api

Aturan hukum yang berlaku di Indonesia, sudah tertuang dalam UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi pasal 36, sangsi pidana telah diatur bagi penari ataupun pemilik tempat yang menyajikan pertunjukan pornograf**.

Berikut kutipannya, ” Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanja**an, eksploitasi s*eksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornograf** lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).” KUHP Indonesia

Terpisah, saat awak media klarifikasi ke pihak kepolisian yang tak mau disebut namanya menuturkan, ” Kami bukan penegak perda mas, kami penegak hukum. Terkait permasalahan itu kami akan mengontak instansi terkait semisal sat-pol PP, sebab kami menerima laporan dan akan segera kita tindak lanjuti sesuai S.O.P Polri atau bisa dari info berita awak media ini sebagai acuan kami menindak lanjuti suatu bentuk laporan. ” Tuturnya.

Lanjutnya, ” jika hal itu benar akan kami tindak lanjuti, tentunya kita koordinasi kepada pihak pihak terkait, walaupun disitu sudah ada unsur pidananya. Terimakasih mas atas infonya, dan tolong jangan sebut nama saya, privasi narasumber kan ada di etika jurnalistik mas” Tutupnya.

Baca juga:  Bir Bintang Oplosan Marak Beredar di Sidoarjo

Sementara itu, saat awak media menjumpai warga kampung yang dekat dengan cafe karaoke Poppy menambahkan, ” Itu sih udah lama mas, dan sering kok ada razia dari petugas gabungan, namun ya biasalah mas bagaimana sikap aparatur hukum kita, mereka tidak mengedepankan dampak dari penari erotis itu kepada kawula muda, padahal jika Poppy itu terus buka bisa merusak moral warga sekitar khusunya Surabaya.” Kata salah satu warga kampung kawasan cafe karaoke Poppy Surabaya.

Tambahnya, ” Tapi gimana lagi kami warga sipil mas, mau lapor takut, karena petugas seperti satpol-pp, polisi, bahkan TNI malah sering minta jatah tiap hari, dengan berbagai modus, seperti membunyikan klakson mobil mereka, lalu ada salah satu pihak cafe Poppy keluar mendekati mobil petugas itu, kemudian petugas pun jalan. Kayaknya sih petugas sudah tahu, namun pura-pura gak tahu, ini Indonesia mas.” Tutupnya.

To be continue … (Red).

Bagikan berita ini

hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
iklan atas slide_Banner_iklan-jual beli online
Baca Lainnya