Buntut Kasus Iuran RT, Mabes Polri Turun

Dibaca: 185 kali
0
Semarang, Liputanindonesia.co.id – Kasus Setiadi, seorang pengusaha Jakarta, yang tidak bersedia membayar iuran RT tetapi justru melaporkan warga Kencono Wungu RT 02 RW 02 Kel. Karangayu Kec. Semarang Barat ke Polrestabes Semarang, semakin tidak jelas pangkal ujungnya.

Setiadi Hadinata, SH., MM., MKn. melalui kuasa hukumnya Prof. DR. Suhandi Cahaya, SH.,  MH., MBA. kembali mengadukan beberapa pengurus RT 02 ke Mabes Polri dengan tuduhan tindak pengancaman sekaligus pemerasan.

Berdasarkan laporan Setiadi, pihak Mabes Polri mengutus dua anggotanya di bawah pimpinan Kompol Andriansyah mendatangi Supriyono Seksi Pembangunan RT 02 sekaligus menyerahkan surat panggilan Mabes Polri yang ditanda tangani Direktur Tindak Pidana Umum Kombes Agus Mustofa. Selain itu Mabes Polri juga memanggil ketua RT Ong Budiono beserta bendaharanya Kang Po Liong, Kamis (12/11/2015).

Kedatangan dua anggota Mabes Polri itu oleh warga Kencono Wungu dianggap sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak masuk akal sehat. Warga menilai apa yang dilakukan Mabes Polri sudah di luar kewajaran. Sebelumnya kasus ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Semarang tetapi karena tidak cukup bukti akhirnya tidak ditindak-lanjuti. Namun anehnya, meski laporan Setiadi sudah dimentahkan di Polrestabes Semarang, justru laporan tersebut direspon oleh pihak Mabes Polri.

“Dia yang menyepakati sendiri, dia juga yang mengingkari. Sekarang dia bawa – bawa polisi menuduh kami melakukan pemerasan. Kan aneh. Di tingkat Polres sudah tidak terbukti,  kok sekarang justru Mabes Polri yang menangani” ujar salah seorang warga Kencono Wungu yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada wartawan.

Sebelumnya diketahui, Setiadi melaporkan warga Kencono Wungu RT 02 RW 02 Kel. Karangayu Kec. Semarang Barat ke Polrestabes Semarang dengan tuduhan melakukan pemerasan. Sebaliknya, warga Kencono Wungu membantah laporan Setiadi yang dianggapnya sudah ingkar dan tidak mengindahkan peraturan kampung yang sudah disepakati bersama.(tim)

Baca juga:  Polisi salah prosedur dan arogan, cemarkan konstitusi
ca-pub-2508178839453084