Buntut Kasus Iuran RT, Mabes Polri Turun | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Buntut Kasus Iuran RT, Mabes Polri Turun

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Semarang, Liputanindonesia.co.id – Kasus Setiadi, seorang pengusaha Jakarta, yang tidak bersedia membayar iuran RT tetapi justru melaporkan warga Kencono Wungu RT 02 RW 02 Kel. Karangayu Kec. Semarang Barat ke Polrestabes Semarang, semakin tidak jelas pangkal ujungnya.

Setiadi Hadinata, SH., MM., MKn. melalui kuasa hukumnya Prof. DR. Suhandi Cahaya, SH.,  MH., MBA. kembali mengadukan beberapa pengurus RT 02 ke Mabes Polri dengan tuduhan tindak pengancaman sekaligus pemerasan.

Berdasarkan laporan Setiadi, pihak Mabes Polri mengutus dua anggotanya di bawah pimpinan Kompol Andriansyah mendatangi Supriyono Seksi Pembangunan RT 02 sekaligus menyerahkan surat panggilan Mabes Polri yang ditanda tangani Direktur Tindak Pidana Umum Kombes Agus Mustofa. Selain itu Mabes Polri juga memanggil ketua RT Ong Budiono beserta bendaharanya Kang Po Liong, Kamis (12/11/2015).

Kedatangan dua anggota Mabes Polri itu oleh warga Kencono Wungu dianggap sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak masuk akal sehat. Warga menilai apa yang dilakukan Mabes Polri sudah di luar kewajaran. Sebelumnya kasus ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Semarang tetapi karena tidak cukup bukti akhirnya tidak ditindak-lanjuti. Namun anehnya, meski laporan Setiadi sudah dimentahkan di Polrestabes Semarang, justru laporan tersebut direspon oleh pihak Mabes Polri.

“Dia yang menyepakati sendiri, dia juga yang mengingkari. Sekarang dia bawa – bawa polisi menuduh kami melakukan pemerasan. Kan aneh. Di tingkat Polres sudah tidak terbukti,  kok sekarang justru Mabes Polri yang menangani” ujar salah seorang warga Kencono Wungu yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada wartawan.

Sebelumnya diketahui, Setiadi melaporkan warga Kencono Wungu RT 02 RW 02 Kel. Karangayu Kec. Semarang Barat ke Polrestabes Semarang dengan tuduhan melakukan pemerasan. Sebaliknya, warga Kencono Wungu membantah laporan Setiadi yang dianggapnya sudah ingkar dan tidak mengindahkan peraturan kampung yang sudah disepakati bersama.(tim)

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close