BPN Surabaya ll Di Demo Pemilik Hak Waris, Terkait Sertifikat Ganda Grand City Mall

Dibaca: 14160 kali


Surabaya, Liputan Indonesia – Keluarga Ahli Waris Geram Hj. Nuraini Terkait kasus sengketa tanah Grand City Mall dan kuasa hukumnya mendatangi Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Surabaya II, guna mengklarifikasi kejelasan kasusnya yang sampai detik ini tidak ada kejelasan soal penyelesaian sengketa tersebut. Dengan melakuknan aksi pecahkan tempat minum terbuat dari tanah liat (kendi) dan membawa sapu lidi memarahi semua staff saat di depan Kantor BPN Surabaya II. yang menurut dia BPN banyak melakukan kecurangan terhadapnya. Senin, (3/10/16).

Sebagai Ahli waris Hj. Nuraini menuturkan, bahwa dirinya sudah beberapa kali sudah melaporkan kepada sejumlah Instansi terkait seperti BPN dan Lembaga Ombudsman, tetapi tidak ada titik terang maupun solusi penyelesaian, karena menurut ahli waris ” Semua bohong, palsu, surat bodong, dan syarat kecurangan, termasuk Kepolisian Resort (Polrestabes) Surabaya.” Ucapnya saat marah didepan kantor BPN.

“Saya sudah laporkan ke Ombudsman Jatim dan Kepolisian tidak ada titik temunya, kasus di Polwiltabes (Sebelum Polrestabes) berhenti walaupun penyidik mengatakan akan menindaklanjuti, termasuk juga Ombudsman yang tidak meneruskan kasus saya ini, bisa jadi semuanya sudah kena suap sama grand city dan saya punya buktinya ” Ungkapnya sambil marah.

Menurut Hj. Nuraini, sudah lama kasus saya ini, dan melaporkan ke Ombudsman jatim berangkat bersama-sama dengan beberapa keluarga, ahli waris, Lurah dan perwakilan dari Walikota. Bukti semuanya saya sudah lengkap, dengan atas nama pemilik sertifikat orang India.

” Semua HAK saya dirampas, dipalsu oleh oknum, Kembalikan HAK SAYA !!! Bukti kepemilikan atas nama orang tua saya sejak lama, dan tanah itu tidak sama sekali dijual atau kami pindah tangankan. bukti kepemilikan Eigendom Verponding 6341.” Tambahnya.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) II Surabaya tak bisa berbuat banyak terkait kasus sengketa lahan Grand City, antara ahli waris Hj. Nuraini dengan PT. HWG. Sesuai arahan Kepala BPN Surabaya II, akan mempertemukan dengan Pihak Grand City atas kepemilikan sertifikat ganda.

Pemberitaan Sebelumnya, pergantian kepemilikan lahan tersebut, Nuraini, belum menerima sepeserpun uang ganti rugi dari pihak Grand City.

Kasus ini juga pernah dilaporkan ke Polwiltabes Surabaya (sebelum melebur menjadi Polrestabes Surabaya) di tahun 2008 dan Oktober tahun 2012, tapi tak pernah direspon. Namun pihak Grand City begitu saja mencaplok tanah tersebut dengan membuat sertifikat abal-abal seluas 44.000 meter persegi dengan Nomor Surat: 671.672.673.471. Bahkan saat itu, mereka (Grand City) dengan seenaknya merobohkan tiga bangunan rumah di atas tanah yang kini menjadi mal itu. Sedangkan tanah di sini, NJOP sekarang mencapai Rp 35 juta per-meternya.

” Kita sebetulnya ingin mempertemukan dengan bersangkutan, karena dia diundang tidak datang. Kuasa Hukum meminta untuk memediasi. kami juga akan minta bantuan kepada pihak kepolisian untuk  “, katanya Naizum Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II yang sebelumnya dia bertugas di Kantor Pertanahan Kabupaten Palu, Sulawesi Tengah. ” Ucap nya.(red/one)