BPLS Belum Maksimal Melakukan Pekerjaan Tanggul Lumpur Lapindo

Dibaca: 152 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

LiputanIndonesia.co.id. Sidoarjo – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengaku tidak
maksimal melakukan pengerjaan tanggul di kolam penampungan lumpur Lapindo. Ini terkendala segi non teknis yang sewaktu-waktu bisa terjadi saat berada di lapangan.

Sementara Humas BPLS Dwinanto Hesti Prasetyo mengatakan, aspek non teknisnya adalah warga melakukan aksi unjuk rasa, terutama korban lumpur dari
dalam peta area terdampak yang selama ini masih belum mendapatkan dan menerima
pembayaran ganti rugi. Senin (08/12/2014).

Mengenai kendala, Dwinanto Hesti Prasetyo menambahkan, yang dihadapi tersebut akan terus terjadi sampai kapanpun ketika BPLS melakukan pengerjaan penanggulan. Apalagi, banyak warga yang belum menerima pembayaran, pelunasan dan cicilan ganti rugi dari PT Minarak Lapindo Jaya MLJ).

Warga korban lumpur lapindo sudah delapan tahun lebih enam bulan, nasibnya belum ada kejelasan pembayaran ganti rugi. “Kita sadar
dan tahu, karena itu merupakan hak warga. Tapi, melihat kondisi di lapangan, tanggul lumpur titik 73B masih kritis, dan harus dilakukan pengerjaan,” ujar dia.

Dwinanto Hesti Prasetyo menjelaskan, untuk penanganan tanggul titik 73B dengan manual, menggunakan anyaman bambu dan pasir dimasukan dalam kantong karung. Kalau untuk titik 21 di Desa Siring Kecamatan Porong, dan titik 34 dan 35 Desa Pejarakan Kecamatan Jabon yang awalnya kritis, saat ini kondisinya sudah lebih baik. Namun, belum bisa dikatakan aman, walaupun dilakukan pengerjaan penanggulan berulangkali. “Kalau memasuki musim hujan, kondisinya masih bisa kritis. Karena, debit volume lumpur terus bertambah di kolam penampungan lumpur,” katanya. (SS)

Baca juga:  HMI Demo Tolak BBM Bakar Motor
ca-pub-2508178839453084