Boyong Saka Guru Si Panji Pindah Pendopo Baru

Banyumas, Liputan Indonesia – Kegiatan pindahan atau boyong saka guru sipanji dari pendopo Banyumas ke pendopo purwokerto. Replika Saka yang di boyong Ada 3 Balok kayu yang sangat besar. Acara ini untuk mengenang hari jadi banyumas dan sejarah pindahnya kabupaten banyumas ke purwokerto.

Kegiatan ini di kawal oleh patwal polisi dari polres banyumas dan juga dari TNI. Dan dilaksanakan Sekitar 16:00WIB, Jum’at, (17/02/17).

Acara ini dihadiri Bupati Banyumas Ahmad Husein, Camat Achmad supriyanto juga para kepala desa beserta tokoh – tokoh masyarakat banyumas. Serta partisipasi dari seluruh elemen masyarakat membuat acara tersebut sangat ramai.

Acara pindahan atau boyong saka guru sipanji juga di iringi oleh para murid sekolah SD,SMP,SMK/SMA. Rangkaian Kegiatan ini masih berkaitan dengan hari jadi banyumas yang ke 446 hal ini bertujuan mengingat kembali peristiwa bersejarah 80 tahun yang lalu di kota satria yaitu Kabupaten Banyumas.

Diceritakan Sekitar tahun 1937 pada tahun tersebut, sejarah yang terjadi di Banyumas, adalah pada jaman dahulu kabupaten berada di kecamatan. Namun, karena saat itu Purwokerto di anggap tempat yang baik untuk pusat pemerintahan maka  kabupaten Banyumas dipindahkan ke Purwokerto.

Baca:  Kapolres Banjar beri penghargaan pada anggota berprestasi

Saka guru sipanji ini adalah duplikat saka yang artinya tiang, hal ini bertujuan agar masyarakat banyumas mengenang sejarah 80 tahun yang lalu. Saka guru ini di arak dengan jalan kaki dari pendopo sipanji kecamatan Banyumas ke pendopo purwokerto. Keberangkatan kirab ini,yang dari pendopo sipanji Kecamatan Banyumas di pimpin langsung oleh Bupati Banyumas ahmad husein.

Achmad Husain selaku Bupati Banyumas mengatakan ” Arak arakan ini akan dilakukan secara estafet dari kecamatan ke kecamatan  yang lain. Di sepanjang jalan yang di lewati rombongan pembawa saka guru sipanji ini,nampak di sambut warga dengan sorak  – sorak penuh gembira menyemangati pembawa saka guru yang dipikulnya ” Tutur Husain.

Di kisahkan pada zaman dahulu di boyongan atau pindahnya kabupaten banyumas, dengan membawa saka atau  tiang tersebut adalah untuk membangun sebuah pendopo di Purwokerto.

Dengan di adakan kegiatan ini diharapkan masyarakan banyumas mengetahui sejarah kota banyumas dan juga sebagai sarana pendidikan bagi anak – anak muda, sampai nanti  generasi berikutnya agar tidak melupakan sejarah yang pernah terjadi di kabupaten Banyumas.

Baca:  Gubernur Jatim: Jalan Tol Surabaya - Mantingan Ngawi Terwujud 2018

 

Penulis: (SON)
Editor : (one)

Bagikan berita ini

Baca Lainnya