Bocah Amerika Selamat dari Serangan Kartel Narkoba Meksiko | Liputan Indonesia
Bocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika Meksiko

Bocah Amerika Selamat dari Serangan Kartel Narkoba Meksiko

"Pemerintah Meksiko Dikuasai Gembong Narkotika"

Advertisement Bocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika Meksiko
Bocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika Meksiko
Kerabat korban melihat kendaraan yang terbakar dan meledak yang menyebabkan empat orang di dalamnya meninggal dunia.

Liputan Dunia Seorang anak Amerika Serikat berumur 13 tahun selamat dari serangan bersenjata yang dilakukan kartel narkoba Meksiko terhadap iring-iringan yang ditumpangi bersama keluarganya.

Ia menyembunyikan enam orang adiknya di semak-semak dan berjalan 23 kilometer mencari pertolongan.

Delapan orang anak selamat dari serangan hari Senin (04/11) di Meksiko utara yang menyebabkan tiga perempuan dan enam orang anak meninggal dunia.

Media-media AS melaporkan, lima dari anak-anak itu terkena luka tembak.

Para korban adalah anggota keluarga LeBaron yang terhubung dengan komunitas Mormon yang tinggal di Meksiko sejak beberapa dekade lalu.

Kementerian Keamanan Meksiko menyatakan kelompok ini tak sengaja menjadi sasaran karena kekeliruan identitas. Namun anggota keluarga menyatakan komunitas ini dikenal sering bicara terbuka tentang kekerasan yang dilakukan oleh kartel, dan mereka pernah menerima ancaman sebelumnya.

Iklan anda Bocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika Meksiko

Negara Bagian Sonora di Meksiko utara diperebutkan oleh dua geng kartel: La Linea yang terhubung ke kartel Juárez dan “Los Chapos” yang merupakan bagian dari kartel Sinaloa.

Penyelidik Meksiko hari Selasa (05/11) menyatakan satu orang ditahan dan diselidiki terkait serangan ini. Tersangka ditemukan di kota perbatasan Agua Prieta mengangkut senjata dan dua orang sandera yang dibekap di dalam sebuah kendaraan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press.

Bagaimana anak-anak ini kabur?

Tiga mobil berisi tiga orang ibu dan 14 anak-anak berangkat dari komunitas La Mora di Negara Bagian Sonora hari Senin pagi. Dilaporkan CNN, anggota keluarga menyatakan ketiga perempuan ini bepergian beriringan “demi alasan keamanan”.

Bocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika Meksiko
Christina Langford Johnson terbunuh tetapi bayinya, Faith selamat.

Sesaat sesudah berangkat, ketiga mobil disergap oleh gerombolan pria bersenjata di Bavispe.

Devin Langford, 13, bersama delapan saudara dan ibunya di satu kendaraan. Ibunya, Dawna Langford, dan dua saudaranya yang lain terbunuh dalam serangan.

Devin dan enam adiknya kabur dan bersembunyi di semak-semak. Ia kemudian berjalan selama enam jam kembali ke komunitas di La Mora, kata kerabatnya Kendra Lee Miller di laman Facebook.

Salah satu adik Devin, McKenzie, 9, kemudian meninggalkan lima orang adiknya yang lain dan berjalan selama empat jam di kegelapan setelah Devin tak kunjung kembali. Ia kemudian ditemukan oleh regu penyelamat.

Siapa para korban?
Lima orang korban: Rhonita Maria Miller, 30, dan anak kembarnya Titus and Tiana, delapan bulan, Howard Jr, 12, dan Krystal, 10. Mereka meninggal dunia sesudah kendaraan mereka ditembaki oleh gerombolan bersenjata. Kendaraan mereka juga terbakar dan meledak.

Christina Langford Johnson, 31 tahun, juga meninggal dunia di kendaraan yang lain.

Bayinya yang berusia tujuh bulan, Faith Langford, selamat dari serangan. Ia ditemukan di lantai kendaraan oleh anggota komunitas, 11 jam sesudah serangan, terikat di kursi bayinya.

Menurut saksi, Christina dilaporkan sempat keluar kendaraan sambil mengangkat tangan memohon agar serangan dihentikan, tetapi ia malah ditembak di tempat.

Sesudah Devin memberitahu apa yang terjadi, komunitas ini mempersenjatai diri dan bersiap menuju ke lokasi serangan.

Namun mereka memutuskan untuk menunggu bala bantuan sesudah “menyadari bahwa mereka sendiri berisiko tewas mengingat terjadinya tembak-menembak tak terputus selama berjam-jam di seluruh perbukitan dekat La Mora”, kata Kendra Miller.

Para penyintas, termasuk anak-anak dengan luka tembakan, kemudian ditransfer untuk mendapatkan pertolongan medis dan akhirnya dibawa lewat udara ke kota Phoenix di Amerika Serikat.

Bocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika Meksiko
Rhonita Miller dan keluarganya.

Dalam cuitannya, Presiden Donald Trump menggambarkan korban sebagai sekelompok “keluarga dan teman yang istimewa” yang “terperangkap di antara dua kartel buas yang sedang baku tembak”.

Apa saja reaksi yang muncul?
Trump mengatakan ia siap menawarkan bantuan untuk memerangi masalah kekerasan kartel dan “menyelesaikan persoalan dengan cepat dan efektif”. Biro Penyelidik Federal Amerika (FBI) dilaporkan telah menawarkan bantuan penyelidikan ke pihak berwenang Meksiko.

Presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador, mengatakan negaranya akan bertindak secara “independen dan berdaulat” dalam mengejar penjahat di balik serangan ini.

Claudia Pavlovich Arellano, gubernur Negara Bagian Sonora, menggambarkan pelaku sebagai “monster”.

Julian LeBaron, keponakan salah satu korban menuntut adanya jawaban.

“Kami ingin tahu secara persis, siapa yang berada di balik ini, mengapa mereka melakuannya dan dari mana mereka, dan kami ingin jawaban yang sebenarnya,” katanya kepada sebuah stasiun radio di Meksiko. “Kami tak paham kenapa mereka menyerang perempuan dan anak-anak.”

Homicides in Mexico

Yearly breakdown

Source: National Institute of Statistics and Geography (Inegi)

Siapa Colonia LeBaron?

Para korban merupakan anggota komunitas Colonia LeBaron yang didirikan dari komunitas Mormon yang menyempal sebelum pertengahan Abad ke-20 sesudah Gereja Yesus Kristus dan Orang-Orang Suci Zaman Akhir di AS mulai memerangi praktik poligami.

Gereja Mormon arus utama secara terbuka menolak poligami di tahun 1890 dan sesudah itu beberapa kelompok ingin meneruskan tradisi tersebut dan menyempal dari arus utama.

Komunitas Colonia LeBaron kini terdiri dari orang Mormon dan Katolik yang tinggal di sana. Para anggotanya dikenal melawan geng narkoba setempat dan bersuara keras tentang tingginya tingkat kekerasan yang dilakukan kartel. Anggota komunitas itu berjumlah 3.000 orang dan beberapa dari mereka mempraktikkan poligami.

Media setempat menyatakan iring-iringan mobil sering dikelirukan sebagai geng saingan. Namun komunitas LeBaron pernah jadi sasaran kartel di masa lalu. Tahun 2009 Erick LeBaron, 16 tahun ketika itu, diculik untuk tebusan. Komunitas ini melawan dan menyatakan tak akan membayar karena hal itu dianggap akan mendorong terjadinya penculikan berikutnya.

Erick LeBaron akhirnya dilepaskan tanpa pembayaran tebusan. Namun beberapa bulan kemudian, kakaknya Benjamin dipukuli hingga tewas. Kakak ipar Benjamin juga dibunuh.

Bocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika MeksikoFoto: EPA
Image captionTambahan pasukan bersenjata dikerahkan ke wilayah ini.

Tahun 2010, Julian LeBaron menerbitkan artikel di Dallas Morning News memohon agar warga Meksiko melawan kejahatan terorganisir.

Ia juga mengatakan kepada radio Meksiko hari Selasa (05/11) bahwa keluarganya pernah menerima ancaman. “Kami melaporkan ancaman-ancaman itu, dan ini konsekuensinya,” katanya.

Tahun lalu, keluarga LeBaron bentrok dengan petani setempat yang menuduh mereka menggunakan air dalam jumlah besar untuk menanam pohon kenari di tanah mereka, dan membuat pertanian sekitar dilanda kekeringan.

Komunitas Colonia LeBaron di masa lalu pernah meminta agar diperbolehkan membentuk pasukan keamanan mereka sendiri.

Seberapa buruk kekerasan terkait narkoba di Meksiko?

Kekuasaan dan pengaruh kartel Sinaloa terlihat bulan lalu ketika anggotanya memblokir jalan dan bentrok dengan aparat bersenjata di Culiacán sesudah satu dari pemimpin mereka dan anak dari gembong narkotika Joaquín “El Chapo” Guzmán ditahan.

Ketika aparat kalah jumlah dan terkepung, pemerintah Meksiko mengambil langkah kontroversial dengan membebasakan Ovidio Guzmán López untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.

Wartawan BBC di Meksiko Will Grant mengatakan tekanan terhadap pemerintah Meksiko meningkat untuk menerapkan strategi keamanan yang lebih terpadu seiring serangan brutal terhadap keluarga.

How murder rates compare

 

Figures are for 2017, except for Venezuela (2016)

Source: UN Global Study on Homicide and bbc.com/indonesia

Iklan AndaBocah Mormon berjalan enam jam mencari pertolongan dari serangan kartel narkotika Meksiko


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close