Berhasil Yakinkan JPU dan Hakim, Anak Bos “Liek Motor” Gangguan Jiwa di Tuntut Ringan

Dibaca: 1851 kali

SURABAYA – Anak Bos ” Liek Motor ” Royce Muljanto (39) kembali harus menjalani sidang lanjutan kasus penembakan pejabat Pemerintah Kota Surabaya, yang digelar hari ini. Senin (04/06/2018).

Persidangan yang kembali dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana SH., M.Hum dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa SH dari Kejaksaan Negeri Surabaya. Bertempat di ruang yang sama yakni Garuda 1 dengan agenda pembacaan tuntutan.

Dalam tuntutannya, JPU menyampaikan bahwa terdakwa dijerat dengan pasal “pengrusakan” dan dituntut penjara selama 3 bulan di potong masa tahanan. Adapun hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat sedangkan untuk hal yamg meringankan terdakwa berkelakuan baikndan sopan selama persidangan,

“Dalam perkara ini, kami dari Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Royce Muljanto, selama 3 bulan penjara,” bunyi surat tuntutan dibacakan Jaksa Ali Prakoso di ruang Sidang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Hal yang memberatkan adalah, terdakwa Royce Muljanto terbukti bersalah dan melanggar Pasal 406 KUHP tentang pengerusakan, Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan pemberatan dan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 13 Tahun 1951 tentang senjata api,” sambung Jaksa Ali Prakoso.

Sidang selanjutnya akan digelar pada tiga pekan depan beragendakan pledoi atau tanggapan dari tim kuasa hukum Putera mahkota PT. Liek Motor.

Terpisah, Agik Bagus Wicaksono,SH, selaku kuasa hukum Putera mahkota PT. Liek Motor membenarkan pengajuan pledoi terkait tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Ali Prakoso terhadap kliennya. “Liat saja sidang selanjutnya, kami akan mengajukan pledoi,” ujar Bagus pada awak media usai sidang.

Seperti diketahui, Kasus penembakan mobil Toyota All New Innova milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi dilakukan terdakwa Royce Muljanto 14 Maret 2018 lalu.

Penembakan itu diduga bermotif dendam lantaran bengkel Motor Gede (Mode) milik terdakwa Royce Muljanto dibongkar oleh Pemkot Surabaya. (awr/jk)