Begal Motor Berkedok DebtCollector, Berkeliaran di Kawasan Polsek Genteng Surabaya

0
1220
Foto: Surat Laporan Korban ke Polisi Polsek Genteng Surabaya.

Surabaya – Aksi perampasan sepeda motor secara paksa atau biasa disebut begal marak terjadi di Kota Surabaya belakangan ini. Tukang begal pakai ilmu gendam bahkan tidak ragu untuk melukai tak segan membunuh korban demi mendapat sepeda motor.

Sehingga, banyak korban yang ketakutan dan akhirnya merelakan sepeda motor kesayangan dibawa tukang begal.

Kali ini korban begal motor dialami oleh inisial Syamsul Hadi warga Jl. Sombo 78 dan Roby Mubaroq warga Sidodadi Los A170 Surabaya. Syamsul mengatakan ” Perasaan saya di kutit mulai dari jalan Undaan, ketika di jalan Kecilung saya kencing di seberang kali, keponakan saya masih duduk diatas motor bernopol L 3844 RD. Namun tiba tiba seusai kencing melihat ponakan saya tidak ada, sontak saya kaget dan telepon teman di rumah untuk menjemput serta mencari robi keponakan saya. ” Kata Syamsul Hadi selaku Korban Senin, (5/11/18) sekira pukul 09:30 WIB.

Lanjutnya, ” Kemudian saya keliling di kawasan itu, akhirnya saya menemukan ponakan saya di depan Kantor Balai Pemuda Surabaya sedang termenung dan saya melihat motor tidak ada. ” jelasnya.

Baca juga:  Gubernur dan Kapolda Jatim rangkul buruh agar paham turunnya produksi

Sementara menurut keterangan Korban Roby Mubaroq menjelaskan, ” Tiba tiba saya di cegat sama orang dua dan bilang dari leasing serta langsung naik ke motor saya lalu saya di bonceng tak lama saya disuruh turun sebentar lalu begal mengaku Debtcollector itu pun kabur, tak hanya motor dan STNK bernopol L 3844 RD yang di rampas, Handphone merk Oppo F7 dengan nomer imei 869050031917797 dan 869050031917789 saya dibawa kabur juga.” Ucapnya dengan wajah pucat saat ditanya Pamannya.

Dalam kejadian ini Syamsul Hadi dan Robi Mubaroq bergegas melaporkan perihal ini ke Polsek Genteng Surabaya, namun setibanya pihak Petugas SPKT menyuruh meminta surat legalisir BPKB dan keterangan motor status kredit. ” Kita akan proses mas, namun mas nya ke pihak leasing dulu untuk melengkapi data motor yang hilang itu, agar dalam penindakan bisa maximal, tapi kalau tidak ada data bukti legalisir BPKB tidak bisa kita proses dan kita tidak bisa buatkan Surat Laporan, tapi kalau ada surat bukti BPKB legalisir kita bisa proses mas.” Kata petugas jaga SPKT Polsek Genteng.

Baca juga:  Liponsos Keputih Tegal Surabaya, Berikan Keterampilan Dan Bimbingan Mental

Sementara, pihak Leasing OTO Finance Pusat Surabaya saat di datangi para korban menjelaskan,” Kita akan berikan legalisir BPKB dan memproses asuransinya mas, tapi angsuran terkahir harus dibayar, setelah terbayar baru kita berikan legalisirnya dan siap kita proses asuransinya. ” Tutup petugas leasing OTO Finance.

Polsek Genteng Surabaya saat ini melacak keberadaan Honda Scoopy merah hitam bernopol L 3844 RD yang di rampas begal yang mengaku DebtCollector, serta Handphone merk Oppo F7 dengan nomer Imei 869050031917797 dan 869050031917789, serta menghimbau ke masyarakat jika melihat atau menemukan keberadaan motor dan handphone tersebut melaporkan ke Polisi terdekat. (awr/slm).

Bagikan berita ini

Berita Video

#infolinksbanner_dapatduitonline
hak-jawab-hak-koreksi-hak-tolak-lindo iklan-adsense
#infolinksbanner_dapatduitonline

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here