Bayan Arogan Desa Kalimati Tarik Krian Divonis Ringan, Diduga Beli Pasal

Dibaca: 158 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia


Sidoarjo, LiputanIndonesia – Kasus penganiayaan yang dilakukan seorang Perangkat Desa (Bayan) terhadap warganya untuk meminta KTP, hari selasa mengadakan Gelar Sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo.(19/7).

ZN 22 Th (Red,) yang mendapatkan luka lebam di bagian kepala atas, memberikan keterangan kepada Hakim Pengadilan atas perlakuan Bayan terhadap dirinya.

Telah dihadirkan dua saksi oleh terdakwa Sandi Selaku Bayan Desa Kalimati menuai pertanyaan yang besar terhadap sejumlah warga yang hadir untuk saat itu. BAYAN Sandi Desa Kalimati Kecamatan Tarik melakukan pemukulan terhadap ZN ketika datang ke Balai Desa untuk meminta pengurusan KTP senin (20/6/16), tanpa sebab tiba – tiba langsung memukul ZN dengan disaksikan Bayan yang lain (saksi 4 dihadirkan 2).

Mulyadi . SH selaku Hakim tunggal mengatakan putusan terhadap sandi berdasarkan BAP dari Polsek Tarik dengan Pasal 352 Kuhp. ” Dikarenakan ini Hukuman ringan, maka putusan 1 bulan tidak harus di tahan “ungkap Hakim (19/7).

Secara terpisah penyidik Polsek Tarik Suwanto mengatakan kepada media Liputan Indonesia, Karena ini pidana ringan yang tidak menyebabkan orang dirawat dirumah sakit. ” Pasal 352 merupakan pidana ringan yang tidak menyebabkan orang dirawat atau tidak dapat berkerja ” Kata Penyidik.

Secara terpisah, Candra Soehartawan SH selaku Biro Hukum LSM Laskar Pemberdayaan dan Peduli Rakyat (Lasbandra) mengatakan, menimbang dari perkara Tersebut bahwa pasal yang disangkakan merupakan tidak pidana ringan 352 Kuhp.  ” kita melihat Hasil Visum yang terjadi seharusnya masuk ke ranah 351 Kuhp bukan 352, korban mengalami Lebam bagian Kepala yang mengakibatkan Pusing” Ungkap Candra.

Didalam pemberitaan yang baru mencuat, Guru mencubit seorang siswanya menyebabkan luka lebam dibagian Lengan, sama halnya dengan perlakuan Bayan Sandi terhadap warga yang dipukulnya. Meninjau dua kasus yang berbeda, Guru mencubit murid dikarenakan dapat merubah perilaku siswa nantinya, sedangkan Bayan memukul warganya untuk meminta KTP, apa yang dapat merubah warganya?, apakah itu percontohan perangkat desa arogan, seharusnya sebagai abdi rakyat harus bisa memberikan pengayoman dan sikap baik serta berbudi luhur” kata Candra LSM Lasbandra

Baca juga:  Polres Sampang, Alihkan Arus Lalin Terkait Banjir Bandang

Candra Menambahkan, pasal yang diberikan penyidik Polsek Tarik ini seperti kasus penganiaayan yang dilakukan seorang guru. Jadi penyidik ini kurang mengerti perbedaan 351 Kuhp dan 352 Kuhp. ” Seorang Guru mencubit siswanya sampai lebam bagian tangan, tanpa juga dirawat. Menimbang hal tersebut, pasal sama (351 Kuhp) seharusnya di berikan oleh perlakuan BAYAN Sandi juga dong. Polisi masih pilih kasih kasus ini, ada dugaan penyidik Polsek Tarik dan Jaksa serta Hakim masuk angin mas ” imbuhnya.

Sejumlah awak media menanyakan kepada kepala desa selesai sidang putusan terhadap perangkat desanya, tidak bisa memberikan keterangan. Dengan langkah cepat meninggalkan awak media di depan ruang sidang Cakra, BERSAMBUNG. (one/anr/bri)

ca-pub-2508178839453084