Bantar Gebang Saatnya Diperhatikan oleh Pemprov DKI | Liputan Indonesia

Bantar Gebang Saatnya Diperhatikan oleh Pemprov DKI

Advertisement

Jakarta, Liputan Indonesia – Tiga puluh tahun identik dengan sampah, bantargebang sudah sepatutnya mendapatkan perhatian khusus, Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) yang d bentuk pada tanggal 2015 oleh masyarakat bantargebang mengusulkan program tukar sampah dengan pendidikan, Target program ni adalah pendidikan gratis untuk masyarakat bantargebang yang secara legal diatur dalam klausul kerja sama antara pemrov DKI dan pemkot bekasi. Rabu, (12/10/16)

Kecamatan bantargebang terdiri dari 4 kelurahan,yaitu bantargebang, cikuwul, sumur batu dan ciketing udik dengan populasi 160.371 jiwa. Beroparasi sejak tahun 1989, kini sekitar 113 hektar lahannya dijadikan tempat pembangunan sampah.

Sebagai kompensasi akibat merasakan langsung dampak kerusakan lingkungan, masyarakat mendapat uang kompensasi yang biasa disebut sebagai uang bau sebesar Rp. 200.000/3 bulan, atau sekitar Rp. 3.000/hari.

Salah satu dampaknya adalah pendidikan putus di tengah jalan. Program wajib sekolah 12 tahun yang diadopsi oleh pemkot bekasi tidak mampu menyentuh secara keseluruhan. Alhasil,meskipun wajib, kewajiban ini banyak d lalaikan.

Hambatanya adalah uang gedung, seragam, ujian, praktek, dan berbagai kebutuhan sekolah lainnya yang tidak tertutupi dana BOS.

Agus hadi prasetyo dari AMPP mengatakan, Orang yang paling miskin bukanlah orang yang secara finansial kesulitan.

Iklan anda Banner Lindo

Orang paling miskin adalah yang tidak mampu mengikuti standar yang berlaku dalam masyarakat karena tidak memiliki surat”. Tidak punya KTP, maka ia akan kehilangan hak suara dalam prmilu atau tidak bisa ikut BPJS.

Tidak punya ijazah, bila lingkaran setan ini d ibiarkan, maka masyarakat miskin tidak bisa menyalamatkan dirinya sendiri dan akan tetap menjadi beban negara.

Untuk menjawab persoalan itulah, AMPP membuat suatu konsep dan usulan bernama program pendidikan gratis untuk bantargebang tukar sampah dengan pendidikan. Program tersebut berisi poin-poin sebab yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat bantargebang,baik kaya maupun miskin, sebagai penderita langsung dampak kerusakan lingkungan akibat keberadaan TPST bantargebang:

Tujuan program ini adalah:
1. Seluruh masyarakat bantargebang memiliki ijazah.
2. Seluruh pelajar di bantargebang dapat mengikuti pendidikan wajib tanpa terbebani masalah biaya
3. Pelajar berprestasi dapat melanjutkan pendidika  sampai ke perguruan tinggi.
4. wilayah bantargebang dapat dijadikan tempat tujuan wisata pendidikan.

Melalui program ini pemrov DKI dapat memberikan kontribusinya dalam membangun wilyah khusus bantargebang di bidang pendidikan.

Siapapun gubernur DKI yg terpilih, mereka harus mperhatikan wilayah bantargebang secara khusus terutama di bidang pendidikan.(agng)

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close