Bank BRI Cabang Perak Surabaya persulit nasabah korban pencurian ATM

Bank BRI Cabang Perak di Jl. Perak Barat No. 357-375, Surabaya. Diduga mengambil hak nasabah.

Surabaya – Adanya kasus pencurian uang di Anjungan Tunai Mandiri ( ATM ) membuat nasabah bank BRI cabang Perak beralamat di Jl. Perak Barat No. 357-375, Surabaya. Meminta agar bank untuk segera menindak lanjuti serta mengembalikan sisa uang yang masih berada di ATM nasabah korban.

Namun nasabah BRI cabang Perak yang menjadi korban pencurian ATM bernama Nur Halimah beralamat jl. Kedung Mangu Selatan 5A/46 RT/RW 15/03, Sidotopo, Kenjeran, Surabaya, saat meminta pihak bank BRI Perak tidak memuaskan dan terkesan dipersulit pengembalian Haknya.

Pasalnya ketika Korban Nur Halimah kehilangan uang di ATM nya langsung melapor dan meminta pihak bank BRI untuk melakukan pengecekan serta pemblokiran dikedua ATM tersebut. Fakta menyebutkan bahwa ATM korban benar telah ada perpindahan atau transfer kepada rekening lain yaitu yang menjadi tersangka pencurian uang di ATM.

Korban dalam hal ini masih menunggu jawaban kepastian pihak bank BRI cabang Perak guna meminta sisa uang nya yang berada di ATM nya sendiri. Dan berusaha persuasif kepada pihak bank, namun upaya itu nihil dan tidak ada itikad baik dari pihak bank BRI cabang Perak untuk mengembalikan sisa uang nasabah yang tengah diblokir ATM nya.

Korban mengatakan kepada awak media Liputan Indonesia ” Saya berusaha penuhi semua persyaratan yang diminta oleh pihak bank BRI Cabang Perak mas, melalui ibu Rina selaku pihak BRI perak yang mewakili pimpinannya. Namun mas ketika sudah saya penuhi persyaratan yang di minta oleh ibu Rina tak kunjung diberikan hak saya, yaitu sisa uang saya yang ada di ATM itu mas, alasannya sangat banyak mas. ” Ujar Nur Halimah selaku korban pencurian ATM. Kamis, (16/11/17).

Foto: Tersangka pencuri uang di ATM BRI milik korban Nur Halimah. Terlihat oleh pantauan CCTV saat melakukan aksinya.

Dalam kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian tanjung perak Surabaya dengan nomor B/366/SP2HP-2/Vll/2017/Satreskrim. Karena pihak bank BRI perak meminta agar dilaporkan ke polisi terlebih dahulu, untuk dasar pengajuan ke pimpinan BRI.

Lanjut Nur, ” iya mas saya disuruh laporan ke polisi sebagai acuan untuk bisa mengambil hak sisa uang saya di ATM BRI cabang perak, dan saya sudah penuhi, bahkan saya di suruh mencari tersangka yang mencuri uang saya di ATM, lah kan aneh masak saya disuruh cari maling, lawong saya bukan polisi, lucu Bu Rina itu. Berbagai alasan mas yang di dipersulit oleh Bu Rina itu. Mau ketemu pimpinannya gak boleh katanya masih rapat, rapat kok terus terusan. ” Tegas Nur.

Waktu terpisah, saat awak media mengkonfirmasi kepada pihak bank BRI cabang perak dan ditemui oleh Staff BRI perak, Rini mengatakan ” iya betul mas, ibu Nur Halimah telah saya suruh lengkapi apa yang diminta oleh pimpinan, dan saya suruh membuat laporan kepolisian juga meminta surat pernyataan ke polisi juga, dan sekarang masih dalam proses untuk pengembalian uang nya. ” Ujar Rini selaku Staff Bank BRI cabang Perak.

Masih korban, ” iya betul mas, Bu Rini meminta apa yang disebutkan itu, dan semua sudah saya lengkapi semua, bahkan saya sudah meminta surat pernyataan dari polisi, tapi kok hingga 2 tahun belum ada kejelasan dari pihak BRI Cabang Perak Surabaya, dan terkesan mempersulit Nasabah nya yang tengah tertimpa musibah ini. ” Ucap Nur Halimah korban pencurian uang di ATM.

Dalam pelayanan bank BRI cabang perak sudah tidak memuaskan nasabah, dalam kasus ini perlunya tindakan dari BRI pusat, agar kedepan nasabah yang menabung di bank BRI merasa aman dan nyaman, serta dipermudah apa yang menjadi hak Nasabah, bukan malah sebaliknya.(hsn)

Bagikan berita ini

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com
Baca Lainnya