Bandar Sabu 26,7 Kilogram dari Tiga Penangkapan, Tersangka Terancam Hukuman Mati | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Bandar Sabu 26,7 Kilogram dari Tiga Penangkapan, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Pengedar sabu 26,7 Kilogram, dari Tiga Penangkapan, Tersangka Terjerat Hukuman Mati.

Liputan Batam – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP) Kepri, sepekan akhir telah menangkap 26,7 kilogram sabu-sabu.

Saat konferensi pers di Kantor BNNP Kepri, Jumat (31/5), Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan barang haram itu diamankan dari tiga TKP berbeda.

Penangkapan pertama,  Bandara Hang Nadim,  Minggu (19/5/2019)  pagi. Penangkapan dilakukan oleh Bea dan Cukai beserta Petugas Asvec Bandara Hang Nadim.

Seorang laki-laki dengan inisial MR (27) WNI diamankan karena diduga memiliki narkotika golongan l Jenis Sabu seberat bruto 502,55 gram yang disimpan di dalam sepatu.

Selanjutnya Bea dan Cukai beserta petugas Asvec melakukan koordinasi dengan penyidik BNNP Kepri.

                   

Kemudian tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada penyidik BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan.

Iklan anda , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

“Dari barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 440,84 gram dan sebanyak 61,71 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan, ” jelas Richard. Dikutip Batam.tribunnews.com.

Tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Penangkapan ke dua terjadi di tempat yang sama, Bandara Hang Nadim Minggu (19/5/2019) pagi. Petugas Bea dan Cukai beserta Petugas Asvec Bandara Hang Nadim mengamankan seorang Iaki-Iaki dengan inisial S (37 Thn) WNI.

Karena dia memiliki, membawa dan menguasai 2 buah kondom yang di dalamnya terdapat plastik bening berisi kristal yang diduga narkotika golongan I Jenis sabu-sabu seberat bruto 304 gram yang disimpan di dalam perutnya.

Tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Kantor BNNP kepri guna dilakukan proses penyidikan.

“Dari barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang disita dari tersangka akan dilakukan pemusnahan sebanyak 275,36 gram dan sebanyak 28,64 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan, ” tambah Richard lagi.

Tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Penangkapan ke tiga terjadi di sebuah rumah RT 01/RW 02 Pulau Judah Desa Keban Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau Sabtu (25/5/2019)  pagi.

Tersangkanya ada delapan orang laki-laki dengan inisial P (35 Thn) WNI, F (19 Thn) WNI, E (27 Thn) WNI, H (32 Thn) WNI, J (42 Thn) WNI, FR (20 Thn) WNI, A (32 Thn) WNI, S (17 Thn) WNI.

Kedelapan tersangka diduga telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika golongan l jenis sabu dengan cara memiliki, menguasai, menerima, menyerahkan, dan menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I jenis sabu sebanyak satu bungkus warna gold merk Bintang Lima dengan 25  bungkus teh Cina Merk Guanyinwang warna hijau seberat bruto 259,29 gram yang disimpan di dalam speaker merk BGB milik P (35 Thn) WNI.

Delapan orang tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan.

“Dari barang bukti narkotika jenis sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 25108,08 gram dan sebanyak 820,92 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan, ” beber Richard.

Tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Sebenarnya ada sembilan orang yang ditangkap di Pulau Judah. Namun, setelah gelar perkara hanya delapan yang terlibat. Sementara pria inisial MF yang diberitakan sebelumnya tidak terlibat. MF merupakan anak dari J alias JS pemilik rumah.

“Setelah gelar perkara MF tidak terlibat. Hanya saja,  pas penangkapan, dia ada di situ. Namanya juga rumah dia pas dia ada di situ. Hanya saja,  petugas kami tetap bawa dia ke BNN. Dia sudah dipulangkan,” ungkap Richard.

Untuk penangkapan ke tiga ini, kata Richard, sabunya berasal dari Malaysia. Barang haram itu  hendak dibawa ke Surabaya Jawa Timur melalui udara Pekanbaru.

Dari hasil gelar perkara,  kedelapan tersangka ini diketahui sudah empat kali melakukan aksinya.

“Pertama,  ke dua dan ke tiga lolos. Hanya saja pas ke empat ini kedapatan. Mereka telah kami tangkap,” kata jelas Richard.

Penangkapan di TKP pertama,  ke dua dan ke tiga tidak ada kaitannya. Para tersangka melakukan dengan sendiri-sendiri.

Jumlah seluruh sabu-sabu dari ketiga TKP ini adalah 27,7 kilogram. Semuanya sudah dibakar dengan alat mobil incinerator, pada Jumat (31/5/2019).

Pemusnahan juga dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Polisi Anda Budhi Revianto, perwakilan masyarakat antinarkoba,  Direktur Bubu Hang Nadim Suwarso dan sejumlah pejabat lainnya. (one)

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close