Arogansi Kapolsek Kota Sidoarjo Tantang Perintah Kapolri, terkait ” Polri Rangkul Rakyat “

Dibaca: 13617 kali
Foto: Kapolsek Kota Sidoarjo, mencoreng nama baik dan citra Polri. Dengan sikap arogannya, dan tidak patut jadi contoh pada masyarakat.

Surabaya – Arogansi Kepala Polisi Sektor Kota Sidoarjo terhadap rekan wartawan dilapangan menjadi buah bibir komunitas wartawan di Surabaya. Seluruh media online dan media cetak baik dari lokal juga dari koran jakarta berbondong-bondong memviralkan sikap pelayan masyarakat Kota Sidoarjo Jawa Timur.

Sejumlah wartawan Surabaya ikut mengkiritisi kinerja Kapolsek selama ini terhadap pelayanan kepada masyarakat. Hal ini juga disampaikan wartawan harian Surabaya sebut saja Asep 40th yang kesehariannya mencari berita dilapangan, dirinya mengomentari sikap Kapolsek kepada media ini pada Sabtu (23/12).

” Kompol. Rochsulullah itu orangnya kaku dan angkuh,  kurang humanis terhadap masyarakat. Berbeda dengan Waka Polsek nya. AKP. Mukari sangat familiar dikalangan masyarakat dan rekan wartawan. Begitu juga kanit reskrimnya selalu welcome terhadap wartawan juga, ke wartawan saja dia begitu apalagi ke masyarakat kecil ” ujar wartawan Surabaya.

Menurutnya, hanya gara-gara konfirmasi seolah-olah dia tidak ingin kontrol dan dikritik kinerjanya oleh wartawan, Kapolsek melakukan perbuatan yang tidak selayaknya sebagai contoh dan pelayan, pengayom masyarakat terhadap rekan wartawan.

“Wartawan kan juga sebagai masyarakat sipil, masak gara-gara dikontrol kinerjanya sama wartawan sifat arogannya dilampiaskan terhadap rekan wartawan kita, itu sudah menanatang perintah Kapolri Tito Karnavian yaitu ” Polri Rangkul Masyarakat ” ujar Asep.

Terpisah, Farizi juga menambahkan jika dalam kasus yang dilakukan Kapolsek terhadap wartawan tidak dibenarkan dan itu salah besar. Seyogyanya Polri humanis.

“Seharusnya Kapolsek bicara baik-baik dan menjelaskan kejadian sebenarnya, gunakan hak jawab jika keberatan dengan berita itu, perlu belajar etika dan kesopanan Kapolsek itu.” Ujar wartawan senior ini (23/12).

Lanjutnya, ” jangan menyalahkan wartawanya. Wartawan hanya bertugas pencari berita berdasarkan informasi dilapangan menurut data dan para sumber.” Ungkapnya

Dari pantauan awak media selama kasus celana dalam pemandu karaoke terjadi di Sidoarjo, banyak sejumlah media online dan cetak/koran serempak mengekspose prilaku dan sifat arogan Kapolsek Kota Sidoarjo yang berujung diperiksa propam, namun tidak ada tindakan tegas.

Farizi menambahkan ” Lantas, apakah berani pihak Propam Polda Jatim memberi sanksi kepada Kapolsek Kota Sidoarjo ??” Tambahnya.

Meskipun Kompol. Rochsulullah pernah menjabat sebagai Kaurgakum Subbid Provos Bidpropam Polda Jatim !!

Hingga berita ini diunggah Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Himawan Bayu Aji belum memberikan sangsi tegas atas perilaku Kapolseknya dan tidak diusut terkait kejadian asusila di tempat karaoke diwilayah kuasa hukum Sidoarjo.(tim)