Antrian Haji Tercepat 5 Tahun

Dibaca: 186 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia
LIPUTANINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) melansir data bahwa antrean haji paling cepat lima tahun dan terlama mencapai 20 tahun. Kebijakan haji 2015, jamaah yang kali pertama berhaji dan kelompok haji manula kembali diprioritaskan.

Rekor antrean haji terlama, yakni 20 tahun, dipegang Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kuota tetap Kabupaten Nunukan adalah 107 jamaah, sedangkan jumlah pendaftar saat ini mencapai 2.009 orang. 

Antrian haji tercepat, yakni berangkat 2019, didapat Kabupaten Kaur, Bengkulu. Di kabupaten itu, kuota hanya 106 jamaah dan jumlah pendaftar 406 jamaah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Jamil menyatakan, dengan semakin panjangnya antrean haji itu, strategi penetapan jamaah yang berangkat harus diperbaiki. ’’Tahun depan kami prioritaskan jamaah yang belum pernah berhaji dan jamaah manula,’’ katanya saat dihubungi (29/11).

Dengan kebijakan tersebut, Jamil meminta masyarakat tidak kaget jika tiba-tiba keberangkatan mereka tertunda atau tidak sesuai dengan estimasi saat mendaftar. Sebab, menurut dia, saat ini banyak jamaah haji yang pernah berhaji tetapi masuk antrean.

’’Jamaah-jamaah yang pernah berhaji dan masuk daftar antrean itu kami angkati melalui Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu, Red),’’ jelas mantan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag itu. Jamaah yang namanya harus diangkat tersebut diminta legawa. Mereka harus memberikan kesempatan kepada jamaah yang belum pernah berhaji.

Untuk prioritas jamaah manula, Jamil menyatakan, Kemenag tidak kapok dengan rekapitulasi penyelenggaraan haji tahun ini. Sebagaimana diketahui, jamaah haji yang meninggal tahun ini mencapai 297 orang. Jumlah itu lebih besar jika dibandingkan dengan jamaah meninggal 2013 yang tercatat 281 orang.

Sementara itu, kata Jamil, tahun depan kuota haji Indonesia tetap dipotong 20 persen. Alasannya, belum selesainya renovasi di kawasan Masjidilharam. Dari pantauan pada pengujung penyelenggaraan haji 2014, belum ada tanda-tanda proyek perluasan dan renovasi Masjidilharam itu selesai dalam waktu dekat.

Baca juga:  Marzuki Alie Mencalonkan Ketua Partai Demokrat pada Kongres 2015

Dengan pemotongan itu, kuota haji Indonesia yang awalnya 211 ribu jamaah menyusut menjadi 168.800 jamaah. jumlah itu lantas dibagi menjadi 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus.(JP).

ca-pub-2508178839453084