Aniaya Istri, Bos Panti Pijat Selingkuh Dilaporkan Polisi

Kediri – Adanya kasus penganiaya’an antara suami istri terulang kembali dalam rumah tangga, Kamis (20/08) lalu. Pemilik panti pijat tradisional Kridha Pristiawan yang berada di alamat Jl. Kawi No 10A Mojoroto Kediri. Bakal berurusan dengan Polisi.

Kridha Pristiawan bos panti pijat itu diduga telah melakukan penganiaya’an kepada istrinya yaitu Erna. Dengan bukti berakibat penganiyaan kepada Erna mengalami luka-luka dan lebam dibagian sekitaran wajah ibu satu anak ini.

Berawal dari tidak pulang selama 2 hari, 1 malam, dan berujung penganiaya’an. Dirinya bercerita, telah menjadi korban penganiaya’an suaminya Kridha Pristiawan. Akibat penganiaya’an tersebut, dirinya (Erna) langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Kediri seketika itu juga.

Foto: Kondisi korban Erna.

“Pada hari kamis (20/07) sekitar pukul 13.00 Wib. Kridha Pristiawan suami saya, tidak pulang kerumah selama 2 hari 1 malam, dan diketahui saya, suami saya telah menginap dengan selingkuhannya yang bernama Eva.” Ungkapnya kepada beritarakyat.co.id pada, Selasa (08/08).

Ia juga menceritakan, Suami saya. Selama 2 hari, 1 malam, tidak pulang kerumah mas. Lanjut Erna, tiba-tiba selingkuhanya (Eva) mengirim Whats-ap ke handphone saya, dengan memakai nomer suami saya (Kridha),” keluhnya.

Baca:  Owner Cafe Rasa Sayang, Jadi Bandar Sabung Ayam

“Setelah pulang kerumah, saya mencoba menasehati dia (Kridha) untuk berhenti bermain perempuan. Karna saya malu sama anak saya, dan tetanga. Tapi justru saya dapat makian dengan kata-kata ‘anjing’, katanya.

Masih kata Erna, kemudian suami saya menyuruh saya diam. Namun saya tetap bersikukuh memintanya untuk berhenti main perempuan. Disaat posisi saya duduk dilantai, suami saya (Kridha) menendang pelipis mata sebelah kiri dengan kakinya.

Lebih parahnya lagi (Kridha) sempat mengambil senjata tajam berupa pedang, kemudian didorong sampe tersungkur hingga jatuh di atas ranjang dan menindih ke 2 kaki saya dan mencekik leher saya.

“Kemarahan dia (Kridha), disebabkan karena permintaan saya, agar segera sadar bahwa perbuatannya itu salah. Namun yang saya dapat pukulan dimulut  hingga luka pada bibir,” ungkapnya.

Tidak terima atas kejadian yang di alaminya, Erna akhirnya melaporkan kejadian tersebut kekantor polisi, pada hari kamis tanggal 20 Juli 2017. Perlu diketahui penganiayaan tersebut tidak hanya satu kali yang di alami korban Erna, namun dirinya mengaku sudah 6 kali menjadi korban keberutalan suaminya,(zam/ed).

Bagikan berita ini

Baca Lainnya