Anas Urbaningrum, Adnan Buyung: Harus Dibebaskan

Dibaca: 165 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

Medan, liputanindonesia.co.id – Anas Urbaningrum, Adnan Buyung: Harus Dibebaskan  (Analisa) dari kuasa hukum  Dr Adnan Buyung Nasution selaku Ketua Tim Hukum Pembela Anas Urbaningrum menyatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak beralasan menuntut hukuman terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Rilis dari harian Analisa, Karena Pasal 12 A juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) dan Pasal 3 Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dikenakan kepada Anas,  tidak terbukti dan bertentangan dengn fakta hukum yang berlangsung di pengadilan.

“Sesuai dengan fakta persidangan, saksi-saksi yang dihadirkan JPU di pengadilan yang seharusnya memberatkan, malah terbukti meringankan Anas Urbaningrum. Karena itu, majelis hakim harus membebaskan Anas urbaningrum demi hukum.  Sebab Anas tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang seperti yang dituntut oleh JPU,” ujar Adnan Buyung dalam siaran persnya diterima Analisa, Minggu (21/9).

Sebelumnya, JPU KPK menuntut 15 tahun penjara terhadap Anas Urbaningrum, subsideir lima bulan kurungan serta denda sebesar Rp500 juta.
Jaksa menilai Anas terbukti melakukan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan atau proyek lain serta tindak pidana pencucian uang.

Menurut Buyung- demikian advokat kawakan ini biasa disapa, tuntutan pembebasan Anas sudah dia sampaikan pada pada sidang pledoi Anas Urbaningrum, Kamis yang lalu. Pleidoi Anas mengacu pada fakta-fakta persidangan meringankan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Muazzul SH, MHum yang juga ikut menghadiri persidangan pembacaan pledoi Anas itu, menyatakan, melihat fakta-fakta persidangan, seperti saksi-saksi yang dihadirkan JPU yang harusnya memberatkan tapi malah terbukti meringankan Anas Urbaningrum.

Baca juga:  HUT TNI Ke-69 : SBY Telah Mengembalikan Kejayaan TNI

Dia yakin majelis hakim akan membebaskan Ketua Umum Pimpinan Pusan PPI itu.
“Ada 5 tuntutan JPU yang tidak sesuai fakta persidangan, di antaranya, dari 96 saksi yang dihadirkan JPU yang seharusnya memberatkan Anas, tapi ternyata malah meringankan Anas. Hanya 4 saksi yang memberatkan Anas yakni Nazaruddin, Neneng (istri Nazaruddin) dan dua sopir Nazar,” kata Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana UMA ini.

Muazzul menilai, JPU telah hilang akal, sebab keterangan saksi-saksi justru tak mendukung dakwaannya. Buntutnya ada pada penuntutan yang tidak masuk akal pula.

“Aneh, JPU meragukan keterangan seluruh saksi yang dihadirkannya sendiri dan hanya mempercayai kesaksian Nazar, Neneng, Aan dan Heri,” tegas Muazzul.

Dia membeberkan, pasal obstruction of justice pun terpaksa ditambalkan untuk memperberat hukuman Anas Urbaningrum, dengan kreator salah seorang pimpinan KPK melalui opini yang dibangun dari luar persidangan di media-media mainstream.

“Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto menuduh Anas mengenai pasal obstruction of Justice. Sementara Anas ditahan, bagaimana cara dia mempengaruhi 96 saksi selama di tahanan. Apakah masuk akal. Padahal, ada bukti foto saudara Nazar bernama Nasir dan Hasyim yang terpergok bersama-sama 2 saksi Aan Ihyauddin dan Hidayat bertemu di Starbuck Coffee Kota Casablanca dua hari sebelum menjadi saksi di persidangan Anas,” ungkap Muazzul yang selalu hadir memantau persidangan Anas di Pengadilan  Tipikor Jakarta. (Kifli Abidjulu)

ca-pub-2508178839453084