Analisis Jatuhnya AirAsia QZ8501 | Liputan Indonesia
, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru

Analisis Jatuhnya AirAsia QZ8501

Advertisement , #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru
LiputanIndonesia.co.id,  Surabaya – Banyak analisis yang mencuat dari ahli penerbangan. Tapi satu yang pasti. Kebenaran soal jatuhnya pesawat rute Surabaya-Singapura itu baru bisa diungkap melalui black box atau kotak hitam yang terdiri dari cockpit voice recorders (CVR) atau percakapan di kokpit dan flight data recorder (FRD) atau rekaman data penerbangan 
1.) Sejumlah ahli menduga pesawat AirAsia QZ8501 berhasil melakukan pendaratan darurat di laut. Kapten pilot Iriyanto yang memiliki pengalaman terbang yang cukup lama diyakini bisa melakukannya pendaratan.
Namun saat pesawat sudah tiba di laut, ada ombak deras yang menerjang hingga pesawat tenggelam. Sinyal darurat ELT diduga mati saat kapal terbang masuk ke dalam air. Akan tetapi, sejauh ini, dari 30 jasad yang ditemukan, tidak ada yang memakai life jacket atau rompi pelampung. Direktur Perusahaan Konsultan Penerbangan Ailevon Pacific, Oliver Lamb berargumen bahwa pendaratan di laut sangat sulit dilakukan. “Ini hanya bisa dilakukan jika air laut tenang,” 
2.) Diduga jatuh karena aerodynamic stall atau kondisi di mana kapal terbang terjun bebas akibat tekanan udara yang tidak stabil. Menurut seorang mantan pilot British Airways, Stephen Buzdygan pesawat AirAsia QZ8501 mengalami turbulensi yang cukup hebat dan jatuh ke laut. “Pilot sulit mengendalikan pesawat saat kondisi tersebut,” Ujar dia
3.) Terkait Faktor Cuaca, permintaan pilot untuk naik ketinggian demi menghindari cuaca buruk, muncul dugaan bahwa pesawat berada pada ketinggian yang ekstrem dalam waktu singkat. Misal 6.000-9000 meter per menit yang membuat pesawat menjadi tak terkendali.
Namun menurut Direktur Perusahaan Konsultan Penerbangan Ailevon Pacific, Oliver Lamb, hal itu sangat tidak mungkin. “Butuh energi lebih jika harus naik ke ketinggian ekstrem. Jika hal itu benar terjadi, aku tak pernah menyangka ada pesawat bisa seperti itu.”
Kesimpulannya,Hal ini sangat mustahil terjadi bagi pilot berpengalaman yang sudah mengetahui kecepatan minimum yang harus ditempuh,”Pilot AirAsia pasti sudah sangat terlatih”. Ungkapnya Lamb
Lamb kembali menegaskan bahwa fakta penyebab jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 hanya bisa diungkap berdasarkan black box. (Cndr/Red)

Iklan Anda, #1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi terbaru


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close