Anak Tiri di Aniaya Sampai Tewas, Wisnu Dituntut 15 Tahun Penjara

Dibaca: 1190 kali

Surabaya – Terdakwa Wisnu Cokro Buono, warga Jalan Sidotopo Wetan Mulyo Surabaya dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chalida K Hapsari dari Kejari Tanjung Perak, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (29/11).

Pria 35 tahun ini diadili lantaran terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya yang masih umur dua tahun hingga korban tewas. “Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 80 UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, maka terdakwa Wisnu Cokro Buono dituntut 15 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan,” bunyi amar tuntutan dibacakan JPU Chalida K Hapsari di ruang sidang Sari 2, PN Surabaya.

Diketahui dalam persidangan, Terdakwa Wisnu Cokro Buono didampingi Kuasa Hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak, Shendy Krisna. Majelis Hakim yang menangani perkara ini diketuai Dewi Iswani, SH., MH.

Dalam kasus ini, Wisnu Cokro Buono telah melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya yang masih berusia dua tahun hingga meninggal dunia, pada Rabu 20 Juli 2018. Kejadian berawal sekitar pukul 16.30 WIB, terdakwa tidur pulas dan tidak lama tidur. Terdakwa terbangun dikarenakan anak tirinya yang berinisial MR itu menangis.

Baca:  Diduga Korupsi "DD" Madupat Sampang, Pembangunan Tak Merata

Emosi setelah mendengar anak tirinya menangis, terdakwa emosi. Untuk meredam emosi, terdakwa berusaha menenangkan tangisan korban dengam cara memandikannya. Pada saat itu, Nining (ibu kandung korban) kebetulan sedang tidak ada di rumah, ada acara halal bihalal.

Tapi, usaha Wisnu untuk menenangkan korban gagal. Darisanalah Wisnu emosi dan memukuli korban di bagian kepala dan perut hingga korban sesak nafas dan demam. Selain dianiaya fisik, terdakwa juga sempat memasukan kepala korban kedalam air sekitar 10 detik.

Setelah istri Wisnu pulang dan mendapati anaknya deman tinggi dan sesak nafas, kepada istrinya Wisnu tidak mengakui bahwa keadaan anaknya itu atas ulahnya. Dari kos-kosan mereka di Jl Kedung Mangu Timur No 130 Surabaya, pasutri (pasangan suami istri) ini kemudian membawa korban ke RSUD dr Soewandi.

Tapi sayangnya, ketika sampai IGD Rumah Sakit (RS) Soewandhi Surabaya, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) Wonokusumo Surabaya. Karena ada yang janggal, paman korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (awr)

Baca:  Presiden Jokowi Didampingi Gubernur Jatim Saat Kunker di Gresik dan Lamongan