Aksi pentas seni penolakan pembongkaran Masjid dan Gedung DKS

“Surabaya Culture Resistance” Aksi pentas seni penolakan pembongkaran Masjid dan Gedung DKS.

Surabaya – Aksi penolakan pengosongan Gedung Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan pembongkaran Masjid As Sakinah membakar semangat juang pemuda pemudi dan para seniman untuk melakukan pagelaran pentas seni bertemakan “Surabaya Culture Resistance” venue Halaman Balai Pemuda Surabaya.

Dalam aksi pagelaran pentas seni dan berkumpul menjaga Cagar Budaya di komplek balai pemuda ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak warga (arek) Surabaya, diantaranya para seniman senior Surabaya hingga musisi kondang Jakarta yaitu Hendrik Bass anggota Band Bommerang yang turut hadir peduli dengan cagar budaya dan tempat ibadah yang telah dibongkar oleh Walikota Tri Rismaharini dan Ketua DPRD Surabaya.

Para seniman DKS mengadakan pergelaran seni tepat di pelataran Komplek Cagar Budaya Balai Pemuda Surabaya. Aksi pentas seni ini adalah bentuk aksi penolakan lewat seni yang disampaikan untuk pemerintahan Surabaya. (Jum’at, 8/12/17).

Seniman dari DKS dalam melakukan pagelaran seni.

Perwakilan Arek Suroboyo yaitu H. Rahmad dan juga selaku ketua LSM Lasbandra mengatakan ” Tidak ada dalil yang membenarkan kalau bangunan masjid dibawah gedung pemerintahan, secara pemikiran bodoh saja bisa diraba. Semisal ada orang Sholat di bawah sedangan diatasi para DPRD itu kencing atau berak apakah etis itu?, Apapun alasannya tidak dapat dibenarkan bangun masjid dibawah gedung DPRD. ” Tutur H. Rachmad.

Baca:  Tim Anti Bandit Polsek Gubeng Ringkus Dua Pengedar Narkoba

Sementara itu, Wawan KBRS menambahkan dalam pidatonya ” Hanya orang goblok dan korup yang mempunyai ide membangun masjid dan diatasnya gedung dewan. Makanya kita terus melawan tanpa ada lelah, berjuang demi agama dan budaya serta sejarah. Walaupun diluar sana banyak fitnah bahwa ini hanya kepentingan, namun kita terus menjaga persatuan arek Suroboyo untuk melawan pemerintahan korup ” tandasnya.

Acara pagelaran seni kali ini di hadiri oleh Performing art Music: Ratna Kraak and team (Tari Remo), Eko (Puisi), Music (KPJ, Mr. Jack, Alang alang, rizal SID, Hery Horn , Yoyok brigade metal, yossi and Muller McCartney ,Iyap Gitar, dan banyak musisi legendaris surabaya), Seniman ( Krisman, Taufik monyonk, D’semba sagita, Maimura, Slamet gaprak, luhur, Faried Dll) Outsiders SOH, Takim (Teater), dan lainya. Tausiah budaya: (pak Tjuk kasturi Sukiadi, prof. Sutanto suphiady, Isa Anshori, Eddy Samson).

 

Penulis: (slm/one).

Bagikan berita ini

Hak Jawab / Hak Koreksi:
Via Email:
Redaksi@LiputanIndonesia.co.id
Newsliputanindonesia@gmail.com Via WhatsApps :
085230685118
Baca Lainnya