Akibat banjir, 4 hari proses KBM terganggu | Liputan Indonesia

Akibat banjir, 4 hari proses KBM terganggu

Advertisement

Liputanindonesia.co.id, Sampang Madura – Hujan lebat yang terjadi di 3 kecamatan, kecamatan kedungdung, omben, dan karang penang pada hari jum’ at (03/2) yang berlangsung dari pukul 16.00 WIB sampai dengan  pukul 20.30 WIB tadi malam, sebabkan sungai kali kamoning meluap kembali. Hal ini menyebabkan banjir yang merendam 5 desa (Desa Kamoning, Gunung Maddah, Panggung, Pasean dan Tanggumong) dan 3 Kelurahan, yakni Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, dan Gunung Sekar. Tak terkecuali, dunia pendidikanpun terganggu. Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) turut tersendat.

Romlah (62 Tahun) warga jalan Imam bonjol, kelurahan dalpenang, kecamatan Sampang menjelaskan, air datang dan mulai menggenangi jalan dan permukiman sekitar, pukul 06.00 WIB dan mengurungkan niatnya untuk menurunkan barang-barang yang sudah dikemas kemarin. Sabtu, (4/2).

” masuknya air tadi pagi mas. Tadi sih,, mau menurunkan barang-barang yang di kemas kemarin. Tapi urung saya turunkan. Karena air masuk lagi. Padahal kemarin pukul 13.00 WIB air sudah mulai surut. Capek saya mas dengan kondisi seperti ini” keluhnya dengan wajah kecewa.
Pantauan awak media liputanindonesia.Co.id dilapangan, ada beberapa tempat pendidikan yang terpaksa memulangkan peserta didiknya karena alasan kondisional. Termasuk SMP 6 Sampang, SMK 1 Sampang dan SDN Dalpenang 1,2 dan 3 Sampang. Sebagian tenaga pengajarpun terpaksa menghentikan laju kendaraannya dan dan memilih putar balik karena terhadang banjir. Mereka tidak bisa menuju tempat mengajar.
Anik (30 Thn) tenaga pengajar di SMPN 2 Omben mengatakan, Dirinya terpaksa memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan ke sekolah tempat dia mengajar karena kondisi air yang meninggi.
“Saya terpaksa tidak melanjutkan perjalanan ke sekolah mas. Air di depan SMPN 6 sudah tinggi. Sepeda motorpun gak bisa melintas. Saya pilih putar balik aja mas” jelasnya.
Di tempat terpisah, Dimas jordi (15 Thn) mengatakan, pihak sekolah memulangkan murid-murid karena air banjir yang mulai meninggi dan menggenangi sekolahnya.
“Tadi pihak sekolah memulangkan kami sekitar pukul 07.30 WIB mas. Karena air banjir mulai meninggi. Awalnya pihak ekolah khawatir kami terjebak banjir” kata remaja kelas IX di SMPN 6 Sampang ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Qurrotul Aini (16 Thn). Dia mengatakan, awalnya dirinya masuk sekolah seperti biasa. Tapi karena adanya banjir, pihak sekolah memulangkan murid-murid pukul 07.45 WIB. Dirinya berharap, Sampang bisa bebas banjir. Karena mengganggu aktivitas belajar.
“Kami dipulangkan pihak sekolah karena banjir mas. Awalnya tinggi air masih 10 Cm. Tapi sekarang sudah mencapai 30 Cm. Kami berharap, sekolah kami bisa bebas banjir. Karena merasa terganggu dan gak enak. Apalagi sering ketinggalan mata pelajaran” ungkap salah satu pelajar SMKN 1 Sampang, kelas X jurusan Farmasi I ini sambil berharap.
Perlu diketahui, kejadian Banjir di kabupaten sampang ini sudah berlangsung 4 hari secara berturut- turut. Terhitung mulai hari Rabu tanggal 1 Februa 2017 hingga Sabtu tanggal 4 Februari 2017. (rif)

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close