Air Sungai Meluap, Jalan Raya Kraton Tergenang | Liputan Indonesia

Air Sungai Meluap, Jalan Raya Kraton Tergenang

Advertisement

Jatim, Liputan Indonesia – Masyarakat Jawa Timur, tampaknya dituntut untuk akrab dengan bencana banjir, pohon tumbang, dan longsor sampai dengan bulan Maret nanti. Cuaca ekstrim, yakni curah hujan yang deras dan beberapa diantaranya juga bersamaan dengan air laut pasang, menjadi pemicunya.

Selasa (31/1), malam pukul 00.00 WIB, misalnya, hujan lebat di wilayah selatan Pasuruan mengakibatkan terjadi peningkatan sungai Jurig, Purwosari dan kali Welang, Kraton.

Demikian pula, peningkatan debit air juga terjadi di wilayah aliran sungai kali Sekar Putih yang berhulu di wilayah kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Pada saat bersamaan, air laut juga pasang.

” Hal tersebut menjadikan poros jalan pantura Surabaya – Pasuruan di daerah Kraton tergenang dengan ketinggian sekitar 70 cm, sehingga permukiman warga tergenang. Oleh karena itu, jalan nasional yang melewati daerah tersebut pagi ini masih belum dapat dilalui kendaraan,” Tutur Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampir Wanto.

Mengutip penjelasan KABPD Jatim Sudarmawan, warga yang terdampak dari banjir ini sebanyak 900 KK didesa Tambakrejo, Kraton dengan air ketinggian 30-100 cm. Juga 500 keluarga didesa Sukorejo, Pohjentrek yang airnya setinggi 30-50 cm. Saat ini, Tim masih identifikasi kebutuhan dasar mereka.

Ditambahkan, rapat usulan perbaikan normalisasi kali Welang, Rejoso, dan Petung  telah dilakukan kemarin oleh tim Pemprov dan Pemkab Pasuruan, yaitu BPBD, dinas pengairan, Bappeda, dan Biro Adminsitrasi Pembangunan. “Mana yang perbaikan reguler mana yang darurat, diputuskan oleh tim ini, sebagai dasar penentuan langkah oleh Pemprov,” ujarnya.

Iklan anda Banner Lindo

Jombang Banjir di 3 Kecamatan
Sebelumnya, (29/1) pukul 18.10 WIB, banjir juga terjadi di tiga kecamatan di kabupaten Jombang, yaitu Mojowarno, Mojoagung, dan Sumobito. Di Mojowarno dan Sumobitobanjir menggenangi empat desa, sedangkan kecamatan Mojoagung sebanyak tujuh desa. Genangan air sekitar 50-150 cm. ” Sempat ada sebanyak 44 pengungsi, tetapi sudah kembali, karena air sudah tidak menggenang lagi” ujarnya.

Lanjutnya, Sebanyak 750 buah rumah terdampak banjir yang disebabkan hulu sungi Gunting. Kerugian akibat banjir ini adalah tergenangnya 1 hektar tanaman tebu, 1 hektar tanaman padi dan jagung, serta tergenangnya 35 ha sawah lainnya di Selatan rel KA  dan 30 hektar di Utara rel KA di daerah Sumobito.

Menurut Benny, langkah cepat telah diambil oleh BPBD Prov. Jatim dan BPBD Jombang, yaitu melalui pengiriman Tim Reaksi Cepat BPBD Jombang untuk melakukan Rapid Assessment, memberikan bantuan dua karton mie instant untuk warga dan sekaligus  melakukan pendampingan kesehatan bagi pengungsi di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan. Juga koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Jombang untuk pemberian bantuan pada warga terdampak di Dusun Besuk, Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito.

“BPBD juga membuka posko banjir dan dapur umum di Kelurahan Curahmalang yang air banjirnya sudah mulai surut,” ujarnya.

BPBD Provinsi Jawa Timur sendiri memberikan bantuan 50 selimut, 10 paket kidware, 10 paket peralatan dapur, 60 matras, 60 tikar, 2000 glangsing, 10 kantong jenazah, dan 10 paket alat kesehatan. Tanggul Kali Gunting juga dilakukan perbaikan dengan menggunakan 3 alat berat dari BBWS Brantas.

Penulis: (one)
Editor: (red)

Iklan AndaKepiting Jimbaran


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close