5 Tahun Terminal Kedung Cowek dibiarkan Mangkrak

Dibaca: 168 kali
0
Situs+Berita+Indonesia+Dunia+Liputan+Indonesia

LIPUTANINDONESIA.CO.IDSURABAYA – Pengemudi Angkutan Umum Jurusan Surabaya – Madura yang berada di Terminal Kedung Cowek Surabaya mengeluh soal mangkraknya bangunan itu. Pasalnya, sejak diresmikan pada tahun 2010 hingga saat ini terminal tak beraktifitas.

Ketua Koperasi ( Satu Hati ) , H. Yanto dan H. Zubairi ( Garuda Sakti ) menyayangkan soal terminal yang cukup besar di kawasan Kedung Cowek Surabaya, hampir lima tahun sejak diresmikannya, pihaknya mengaku terminal itu hanya sekedar dibangun dan diresmikan saja. Padahal untuk membangun terminal, tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan pemerintah. “Gak ada mas, kalau seperti ini kan bangunannya sia-sia,”ujar Yanto. Kamis (18/9).

Yanto menceritakan, awal mula dari mangkraknya terminal yang berdampingan dengan jembatan Suramadu itu, karena adanya mobil plat hitam yang di sulap untuk mengangkut penumpang, padahal aturannya mobil hitam tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang. Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Dishub, hanya saja hal itu tidak ditanggapi secara serius, “waktu peresemian saja para petugas itu ada semua, baik dari Dishub, kepolisian maupun pemerintah kota Surabaya, sedangkan yang terjadi saat ini maraknya mobil liar yang biasanya mangkal didekat samsat Kenjeran. Jadinya ya seperti ini, terminal kosong, para pengemudi juga tidak mau untuk masuk kesini. Pemerintahnya sendiri hanya diam saja, padahal sudah lama kejadiannya, hingga hari ini pun masih tetap beroperasi,”paparnya.   

Selain itu, pernah sekali ketika pihak Dishub dilapori tentang masalah itu, namun hanya bertahan beberapa jam saja. tidak ada ketegasan dari pihak berwenang untuk menindak, padahal menurutnya, hal semacam itu rentan terjadinya gesekan antara para pengemudi resmi dengan pengemudi plat hitam yang dipakai untuk mengangkut penumpang. “Dulu pernah dilakukan operasi. Entah, dengan dilakukan operasi itu, apakah pemilik mobil liar ini, dikenai sanksi atau tidak, karen setelah petugas ini pergi, mereka kembali lagi, sebelumnya kita sudah mengirimkan surat kepada pihak-pihak terkait, seperti Dishub, maupun Polres. karena semuanya saling berkaitan,”

Tak hanya itu, ketua dari angkutan Plat Kuning lyn UBK, Muhammad Lasub mengaku hampir tidak mempunyai penghasilan sama sekali sejak dibiarkannya mobil liar beroperasi. Padahal, sebelum adanya terminal itu, penghasilannya bisa dibilang 75 persen dari jumlah setoran. “gunanya dari terminal kedung cowek ini kan untuk mempermudah masyarakat jika mau pergi kemadura atau juga sebaliknya. Apalagi terminal ini kan cukup luas, dulu penghasilan saya bisa dibilang 75 persen, sekarang malah tidak sama sekali. Karena tidak ada penumpang yang mau kesini. Bayangkan saja yang resmi tidak diperhatikan, masa yang gak resmi malah dibiarkan. Seharusnya petugas harus berani mengambil tindakan tegas. Pembangunan yang sudah jadi ini tidak main-main. Uang negara yang dipakai,”ujarnya singkat.

Sementara itu, Anggota DPRD Surabaya, Bukhori Imron, saat meninjau lokasi, membenarkan adanya terminal yang mangkrak, sebelumnya, pihaknya didatangi oleh pengemudi yang resah dengan adanya mobil-mobil liar yang beroperasi disekitaran Samsat Kenjeran. Sehingga berdampak pada terminal itu. “ya kita datang untuk menerima keluh kesah mereka, makanya kita tinjau ke lokasi, agar kita tahu sendiri pokok permasalahan yang terjadi dilapangan. Hasilnya memang benar, saat ini sudah tidak ada aktifitas diterminal ini. Saya kemaren sudah hubungi pak edi, kadishub Kota Surabaya, katanya dalam waktu dekat akan diadakan operasi gabungan, dan itu memang harus ditindak tegas. Plat hitam memang tidak selayaknya untuk mencari penumpang. Ini sudah melanggar aturan, dan pelanggaran itu juga harus ditindak tegas,”paparnya. Kamis (18/9). Saat di terminal Kedung Cowek Surabaya.

Bukhori yang juga asal fraksi PPP melanjutkan, mengingat gedung yang dibangun sedemikian rupa, tentunya sudah menyerap APBD yang cukup besar. dan waktunya juga lama sekitar lima tahun. maka dari itu, pihaknya dengan tegas menghimbau kepada pihak terkait agar segera dicari solusinya. Bagaimana terminal ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan kepada aparat, juga harus bertindak tegas, kalau memang sudah ada pelanggaranya, sebaiknya ditilang atau diberi sanksi tegas. “Pihak terkait harus mencarikan jalan keluarnya, agar permasalahan ini tidak berlarut-larut, karena menyangkut kepentingan masyarakat,”pungkasnya. [Ihul]
Baca juga:  Longsor Banjarnegara Menimbun 105 Rumah tiga wafat
ca-pub-2508178839453084