25 tahun lebih Judi dan Prostitusi Wonokromo ada, Gerebekan hanya sandiwara publik | Liputan Indonesia
Gerebekan judi wonokromo Petugas Hanya Sandiwara Publik

25 tahun lebih Judi dan Prostitusi Wonokromo ada, Gerebekan hanya sandiwara publik

Siapa dibalik itu dan siapa yang dapat atensi?

Advertisement Gerebekan judi wonokromo Petugas Hanya Sandiwara Publik

Gerebekan judi wonokromo Petugas Hanya Sandiwara Publik
Meskipun Mabes Polri, Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polsek Wonokromo dan Stasiun PT. KAI Wonokromo mengetahui selama lebih dari 25 tahun, Judi dan Prostitusi Stasiun Wonokromo tetap buka, gerebekan aparat hukum diduga hanya sandiwara publik.

Liputan Surabaya – Warga Pulo Wonokromo Selatan resah, adanya maksiat, Judi dan Prostitusi bertahun tahun beraktifitas di wilayah Stasiun Wonokromo yang telah lama bersarang di sepanjang bantaran rel kereta api.

“Saya itu asli warga Pulo Wonokromo Selatan mas, setelah viral diberitakan dimedia, dan di gerebek Polsek Wonokromo akhirnya tutup sementara, hanya beberapa hari perjudian di stasiun Wonokromo itu tutup, namun bandar tersebut buka agak larut malam. Yang biasanya buka jam 21.00 Wib kini buka pukul 23.00 Wib malam hingga tutup pukul 03.00 pagi dini hari.” Ujar sumber (15/10/19), yang mewanti-wanti namanya enggan disebutkan.

Dirinya juga menyebutkan, kerapnya digerebek sama pihak kepolisian dan berani buka lagi ada penyebabnya. Adanya sewa menyewa lahan parkir motor kepada pihak stasiun Wonokromo oleh bandar membuat lahan tersebut dimanfaatkan untuk Aktifitas yang salah.

” Saya itu pendatang, istri saya asli warga Pulo Wonokromo Selatan mas, dan saya sudah 25 tahun hidup disini, Judi dan Prostitusi di kawasan stasiun sudah mulai saya disini, berarti sudah 25 tahun lebih bahkan. Di obrak balik lagi, sebab banyak oknum yang pungli dan beckup loh mas, mulai dari Oknum Polisi, Oknum TNI, dan macem macem. Parkir motor itu sewa lahan di PT. KAI lalu yang berjudi dan berkunjung itu ada dari Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bangil, masih banyak lagi mas. Ini omsetnya besar loh, tetangga saya saja ada yang jual diri kalau malam,” tandasnya.

“Kabar pihak bandar dan pengelola prostitusi menyewa lahan untuk parkir itu memang terdengar sejak dulu, dahulu lampu sekitaran bantaran rel kereta api stasiun wonokromo menyala. Namun sejak adanya perjudian dibuka lampu tersebut mati. Itu suatu bukti jika aktifitas perjudian sudah diketahui pihak stasiun selaku pemilik lahan, ada juga dengan matinya lampu tersebut bertujuan agar tidak terlalu nampak di depan umum hingga dibikin gelap, sudah sering digerebek mas, tapi itu hanya sandiwara publik saja,” kata narasumber.

Iklan anda Gerebekan judi wonokromo Petugas Hanya Sandiwara Publik

Masih kata sumber, Adanya warung remang-remang dan parkir alasan lahan itu disewa, namun disalah gunakan, bahkan warung tersebut menyediakan minuman beralkohol mulai dari BIR hingga oplosan warung itu menjualnya.

“Dibelakang warung ada tenda-tenda atau bilik kecil untuk menyuguhi para tamu PSK, itupun pihak stasiun mengetahuinya,” tutup sumber.

Humas PT. KAI Daop 8 Gubeng Surabaya Angkat Bicara

Sementara itu pihak stasiun membantah adanya tudingan pihak nya menyewakan lahan kepada para bandar atau prostitusi yang akunya kerap ditertibkan namun tetap beroperasi kembali.

“Kita bersama satpol pp dan kepolisian sering melakukan razia, karena ini perlu koordinasi lintas instansi mas, di obrak kembali lagi, kita bakal tutup, mereka itu bandel mas,” tuturnya.

Lanjutnya, ” Kita sudah berupaya, bersama Kepolisian dan Satpol PP Dalam menertiban kawasan ini. Lalu lahannya kita buat taman dan diberi lampu penerangan. Selang beberapa hari, lampu tersebut dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Lalu perlahan, mereka kembali lagi sambil kucing-kucing dengan aparat, mereka itu mokong mas, kita akan tutup permanen dan akan melakukan pengawasan ketat di sana, justru kita terima kasih telah diberitakan oleh teman teman wartawan, kita jadi tahu dan kita koordinasi dan cari solusi mas,” (14/10/19). Kata Suprapto bagian kehumasan stasiun Surabaya.

Disinggung mengapa pihak stasiun yang memiliki lahan dan lahan tersebut disalah gunakan untuk perjudian dan prostitusi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian baik dari polsek, Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Dan akan menutup permanen, melakukan pengawasan maximal kawasan itu.

PT. KAI akan berkoordinasi kepada pihak kepolisian untuk membackup dan menindak langsung penyakit masyarakat yang berada di atas tanah lahan milik Stasiun Wonokromo guna menutup permanen agar PT. KAI tidak menjadi Kambing Hitam.

Perlu diketahui, meski viral di beritakan dan pihak aparatur hukum mengetahui perjudian dan prostitusi distasiun Wonokromo, sampai hari ini pantauan wartawan dilapangan aktivitas judi masih beroperasi dan belum ada tindakan lagi dari aparat kepolisian setempat.

Kuat dugaan ada oknum yang berkepentingan dan atensi harian dalam perjudian serta prostitusi di stasiun Wonokromo Surabaya. Hal ini menjadi penyebab penyakit masyarakat itu masih berani menggelar judi juga prostitusi semakin terang-terangan bahkan kebal hukum.

Tidak hanya oknum aparatur hukum dan Satpol-PP saja yang diduga atensi, namun pihak stasiun Wonokromo dituding menyewakan lahan untuk parkir motor, padahal sewa lahan itu alasannya parkir, tapi disalah gunakan untuk akses dan aktifitas tempat perjudian, prostitusi yang sudah puluhan tahun ada. Para preman melakukan maksiat itu karena merasa kebal hukum karena sudah beratensi kepada penegak hukum. (one)

Iklan AndaGerebekan judi wonokromo Petugas Hanya Sandiwara Publik


Media Liputan Indonesia Di Terbitkan PT. LINDO SAHABAT MANDIRI - Mengemban Tugas Sosial Kontrol Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UU No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda.
Back to top button
error: ©Liputan_Indonesia...!!
Close