PPP: Menkumham Jangan Mencampuri Internal Islah Partai



Jakarta, Liputan Indonesia - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam rapat internal membahas terkait Putusan MA dan mengkaji apapun yang telah terjadi mulai pada saat diputuskannya Putusan MA, Menkumham sampai sekarang sudah dinilai cacat secara hukum, karena PPP Djan Faridz menilai Menkumham sudah tidak patuh terhadap putusan Negara Republik Indonesia, seolah olah mencari cari letak titik kesalahan dan kelemahan PPP Pimpinan H.Djan Faridz.


Dalam rapat internal menyatakan, Islah adalah urusan internal Partai bukan ditentukan oleh orang lain diluar pengurus PPP atau yang mempunyai kepentingan politik ditubuh PPP.

Menurut hukum tata negara Irman Putra Sidin, SK Kemenkumham itu sifatnya hanya deklarasi, bukan memutus sah tidaknya suatu parpol, maka kerja-kerja politik tak perlu menunggu SK Kemenkumham. Menurut dia, muktamar yang sah adalah sesuai AD/ART PPP, dan Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz yang sah dan itu terkonfirmasi dengan putusan MA. 

Hadir pula jadi pembicara pengamat politik Agung Suprioanto, Imam Anshori Saleh, dan dibuka oleh Ketua FPPP DPR Achmad Dimyati Natakusumah.

Mahkamah Agung (MA) adalah konstitusi Negara yang tertinggi, sebagai landasan hukum negara, akan tetapi PPP menilai Menkumham menyalahi kebijakan dan putusan tersebut, dan sudah tidak menghormati kontitusi tertinggi di Negara ini.

" Menyikapi putusan MA, Bila dalam waktu 7 hari menkumham tidak juga mensahkan maka berdasarkan UU maka dianggap telah mengabulkan. PPP sudah SAH dengan sendirinya dan masalah PPP secara konstitusi sudah selesai, kalau ada islah maka itu urusan internal partai, tidak ada legal standing pemerintah untuk mencampuri islah.

Berdasarkan putusan mahkamah agung bahwa masalah PPP secara konstitusi sudah selesai. yang mana didalam putusan itu dinyatakan bahwa muktamar jakarta adalah kepengurusan PPP yang sah untuk itu apabila ada kepengurusan diluar muktamar jakarta maka tidak sah apalagi kembali ke muktamar bandung yang nyata nyata sudah ditolak pada putusan Kasasi MA No.601.kata Irman Putra Sidin Selaku Pakar Hukum PPP

Sekarang, kata Irman, tinggal ditindaklanjuti oleh pemerintah. Hanya saja karena dibawa ke atmosfir politik, maka menjadi tumpang tindih antara kepentingan politik pemerintah dengan hukum itu sendiri. Seharusnya, pemerintah dalam hal ini Menkumham RI harus tunduk kepada hukum. Kalau intervensi pemerintah ini dibiarkan, maka akan hancur republik ini, karena sudah tidak menghormati negara hukum itu sendiri,” Tambahnya.

rep: ( irf, ali)

Pengunjung Hari ini

Update #Covid19

Perkembangan Virus Corona di Indonesia:

/fa-clock-o/ Tips & Trick

Nama

Advertorial,162,Destinasi-Wisata,29,EkoBis,225,Ekonomi-Bisnis,3,Galeri-foto-video,94,Gaya-Hidup,76,Hak Jawab,1,Hobby,7,HuKrim,710,Info Haji,13,Internasional,213,Internet,39,Kesehatan,203,Kuliner,11,Laporan-Masyarakat,195,Lindo-TV,57,Liputan-Investigasi,226,Liputan-Utama,406,Melek-Hukum,4,Nasional,897,Olahraga,65,Opini Rakyat,122,Otomotif,6,Pasuruan,5,Pasuruan Kota,1,Pemerintah,245,Pendidikan,61,Peristiwa,445,Politik,381,POLRI,538,Regional,1742,Religi,109,Sejarah,20,Selebritis,42,Seni-Budaya,46,ShowBiz,63,Technology,73,Tips-Trick,41,TNI,261,
ltr
item
#1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi liputan terbaru.: PPP: Menkumham Jangan Mencampuri Internal Islah Partai
PPP: Menkumham Jangan Mencampuri Internal Islah Partai
http://lh3.googleusercontent.com/-1cMMbKa7aMo/VqmVEde3LQI/AAAAAAAAI-I/1WzSZW0WxXo/s640/IMG-20151122-WA0009.jpg
http://lh3.googleusercontent.com/-1cMMbKa7aMo/VqmVEde3LQI/AAAAAAAAI-I/1WzSZW0WxXo/s72-c/IMG-20151122-WA0009.jpg
#1 Situs berita Indonesia terkini, kabar hari ini, informasi liputan terbaru.
https://www.liputanindonesia.co.id/2016/01/ppp-menkumham-jangan-mencampuri.html
https://www.liputanindonesia.co.id/
https://www.liputanindonesia.co.id/
https://www.liputanindonesia.co.id/2016/01/ppp-menkumham-jangan-mencampuri.html
true
2214155929705458232
UTF-8
Lihat Semua Tidak ada yang anda cari Lihat Semua Baca.. Balas Cancel reply Hapus By Home Halaman BERITA Lihat Semua Baca Berita Lainnya BACA ARCHIVE CARI Lihat Semua Tidak ada yang anda cari Kembali Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy