Heboh Ciuman Donald Trump Beredar, Dengan Vladimir Putin

Dunia, LiputanIndonesia.co.id – Dari ciuman Vladimir Putin dan Donald Trump hingga adikarya Auguste Rodin dan Klimt, menelisik sejumlah adegan intim paling mengejutkan dan mengguncangkan dalam sejarah.

“Ciuman itu sendiri adalah abadi. Ia menempuh perjalanan dari bibir ke bibir, abad ke abad, dari zaman ke zaman,” tulis Guy de Maupassant.

Gambar dua kekasih saling merangkul adalah perlambang cinta yang romantis, tampak dalam karya-karya besar seni rupa dan foto-foto ikonik sepanjang sejarah. Tetapi perbuatan sederhana kasih sayang dapat memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dariyang disadari banyak orang.

Untuk Hari Valentine beberapa waktu lalu, menyimak kembali ke dalam arsip artikel-artikel kami di bidang budaya tentang ciuman itu, dari karya Gustav Klimt yang berkilauan hingga mural politik yang menampilkan Donald Trump dan Vladimir Putin.

Cinta romantis atau petaka yang mengancam?

Karya paling terkenal Klimt, Der Kuss atau Ciuman, begitu mempesona pecinta seni selama lebih dari satu abad. Dianggap sebagai puncak dari ‘Periode Emas’-nya, banyak orang menatap lukisan itu dan melihat romansa, tapi untuk beberapa orang, Ciuman merepresentasikan pandangan yang lebih gelap -terutama ketika ditempatkan dalam konteks sejarah.

Baca:  Ribuan orang mendemo mimbar kalangan kanan Amerika

Ciuman terkenal lainnya dalam seni rupa, patung karya Auguste Rodin, juga terbuka untuk pembacaan alternatif.

Dipandang sebagai ‘representasi universal tentang kegairahan seksual,’ patung ini memiliki asal-usul gelap dan rumit. Apakah Anda tahu bahwa pasangan kekasih dalam karya Rodin itu adalah sosok yang menggambarkan sepasang pezina yang diazab dalam Inferno karya Dante?

Ciuman Rodin

Dan terlepas dari inspirasi menyeramkan di baliknya, Rodin tidak menganggap La Baiser sebagai sesuatu yang provokatif – atau memiliki daya tarik khusus. Ia justru meremehkan karyanya sendiri dengan menyebutnya sebagai ‘sebuah otak-atik yang dipahat dengan mengikuti formula biasa.

Kekuatan politik ciuman

Suatu ciuman juga masih memiliki nilai kejut, dari bintang pop saling memagut bibir atas panggung pada upacara pemberian penghargaan musik atau film, hinggapara tokoh politik yang digambarkan saling berpagut di berbagai mural di seluruh dunia.

Mei lalu, seorang seniman jalanan jadi viral setelah menggambarkan peluk cium penuh gairah antara Donald Trump yang saat itumasih calon presiden Partai Republik AS, dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin.

Ciuman lain yang menjadi berita utama pada tahun 2016, adalah foto dua orang polisi lelaki yang bertunangan saat parade tahunan kaum gay di London. Gambar itu menyebar ketika dunia didominasi oleh berkembangnya intoleransi terhadap kelompok minoritas, dan hanya dua minggu setelah pembantaian di sebuah klub malam gay di Orlando.Ciuman polisi

Baca:  Ada 5 Hal Perlu Anda ketahui terkait kunjungan Raja Salman Arab Saudi

Foto itu menunjukkan kekuatan politik yang terangkat oleh berbagai peristiwa di seluruh dunia, tetapi juga memperlihatkan seberapa jauh masyarakat, terutama di Inggris, telah berubah selama dekade terakhir.

Ciuman dari masa depan

Jika Anda masih membutuhkan bukti yang lebih banyak tentang kekuatan ciuman, Anda hanya perlu menoleh ke Star Trek. Fiksi ilmiah ini merupakan yang pertama yang memperlihatkan ciuman inter-rasial di televisi AS, pada tahun 1968.

star trek

Pencipta Star Trek, Gene Roddenberry, ingin mengabarkan kepada penonton bahwa pada abad ke-23, toleransi merupakan norma.

“Semua fiksi ilmiah menceritakan dua kisah: Tentang dunia yang menjadi latar cerita dan dunia saat cerita itu ditulis. Dan beban Amerika abad ke-20 Amerika dipikulkan kepada alam semesta di Star Trek,” tulis Natalie Haynes, Juli 2016, saat menandai ulang tahun Star Trek ke-50.(BBC)

Bagikan berita ini

Baca Lainnya