Bagus: Polsek Bubutan Langgar ” SOP ” Penyidikan Polri

Surabaya, Liputan Indonesia – Sidang lanjutan salah tangkap sapto menuai protes keluarga, pasalnya yang dikatakan oleh pihak kepolisian sangat tidak sesuai fakta serta dinilai cacat hukum.

Dalam sidang kali ini, Jaksa penuntut umum (JPU) Polsek Bubutan Surabaya menghadirkan Saksi Verbalisan oleh pihak penyidik dihadiri AKP Budi Waluyo selaku penyidik utama dan penyidik pembantu.

Saat sidang, Sapto yang diduga mengambil motor Mengatakan, ” Saya disetrum, dipukuli, disuruh mengaku perbuatan yang tidak saya lakukan, Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Budi Waluyo itu mengancam saya ” Tak Kepruk koen nek gak ngaku ambek tanda tangan ” aku hajar kamu kalau gak mau mengaku dan tanda tangan ” kata Sapto saat sidang. Kamis, (16/2/17).

Bagus Teguh Santoso. SH. MH. CLA selaku kuasa hukumnya menuturkan ” Proses pemeriksaan saksi fakta dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2016 sedangkan penetapan Sapto sebagai tersangka pada tanggal 23 September 2016, selain itu 2 saksi yang diperiksa setelah putusan praperadilan 17 oktober 2016 sangat penuh dengan rekayasa dan intrik, terbukti saksi keduanya juga tidak dapat memastikan kejadian yang terjadi pada tanggal 21 September 2016. ” Tuturnya.

Baca:  Tukang Parkir Di Aniaya Oknum Polisi Polsek Sawahan

Sambung Bagus, ” Terlebih saksi Abdurahman juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang berbeda dan kini statusnya menjadi terdakwa. Bagus menjelaskan, ” Dengan demikian saksi verbal lisan yang dihadirkan penuntut umum terkesan merekayasa dalam menetapkan Sapto sebagai tersangka, terbukti dari kesaksiannya pemeriksaan dilakukan pada tanggal 23 September pukul 00.30 dan siangnya pada tanggal yang sama dan jam yang berbeda status Sapto pukul 13.30 berubah menjadi tersangka dan seketika itu dikeluarkan surat penangkapan dan penahanan yang ternyata terdapat ” Human Error Typing “. Ujarnya.

Tindakan yang dilakukan oleh penyidik diduga kuat bertentangan dengan STANDART OPERATIONAL PROCEDUR (SOP) penyidikan sebagaimana diatur dalam perkap no 14 tahun 2014 dan perkaba no 4 tahun 2014.

Apabila Terdakwa Sapto tidak terbukti maka penyidik pemeriksa perkara Sapto dapat digugat secara pribadi terkait perbuatan melanggar hukum (onrechtmatigedaad) dan dikatakan sebagai tindakan mal administrasi yang juga bersanksi secara kode etik profesi bahkan sanksi pidana dapat dijerat bagi penyidik tersebut.

Baca:  Polsek Bubutan Salah Tangkap, Sidang Lanjutan Sapto Hadirkan Saksi-Saksi

Bagus juga menjelaskan ” Itu semua menunjukkan secara pasti bahwa penyidik pimpinan Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Budi Waluyo sangat gegabah dan tanpa memperhatikan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dalam melakukan penegakan hukum, sehingga atas dasar dari keterangan pelapor dan saksi-saksi dari pelapor saja tanpa menemukan barang bukti, penyidik dapat menetapkan seseorang sebagai tersangka, sungguh mencoreng institusi kepolisian. ” Jelas Kuasa hukum Sapto.

Sedangkan saat usai sidang orang tua ibu Sapto histeris ” Allahu Akbar, Allah maha besar dan Allah maha melihat, sehingga kebenaran pasti akan terungkap diakhir persidangan ini, apabila majelis hakim mampu melihat kejadiaan dalam perkara ini dengan menggali kebenaran materil dan keyakinan hakim yang berhati nurani. Semoga putusan akhir nanti dapat dijadikan pembelajaran bagi kita semua, khususnya aparat penegak hukum seperti polisi selaku penyidik. ” Kata Orang Tua Sapto.

 

Penulis: (mnr/din/slmt).
Fotografer: (awr/koy/mro)
Editor: (one)

Bagikan berita ini

Baca Lainnya