Menu
Media Liputan Indonesia - Mengemban Tugas Social Control Masyarakat, Bekerja Berdasarkan UUD No: 40 Thn 1999 Tentang PERS | Wartawan kami di TKP dilengkapi Kartu Tugas dan ID Card PERS, Jika ada Wartawan kami menerima Suap / Imbalan terhadap narasumber harap laporkan ke Redaksi (Klik Disini) atau 08170226556 & 081259764162, kami butuh Dukungan Saran serta Kritik Anda. Kami ada untuk Anda. Info Keberangkatan Jamaah Haji Hari Ini

Slider

LIPUTAN_TERKINI_by_liputanindonesia.co.id
LIPUTAN_TERKINI_by_liputanindonesia.co.id
    Kabar Hari Ini - Berita Harian,  #1 Terkini, Terbaru dan Populer, Berita Indonesia,terkini,liputan indonesia,ekonomi,bisinis,Gaya Hidup,HuKum,kriminal,Info Haji,PILKADA,PILKADES,pilwali,Kesehatan,Kuliner,Laporan Masyarakat,Liputan Hari ini,Liputan Investigasi,liputan khusus,Liputan regional, Liputan Dunia,Liputan Indonesia,Liputan Regional,Liputan UTAMA,Movies,Music, olahraga,Opini Rakyat,otomotif,Pendidikan,Peristiwa,politik,Religi,sejarah, Selebritis,Seni Budaya,Batu Akik Permata,Technology,Tips Trick,Tour Wisata

    HuKrim

    politik

    Peristiwa

    Gaya Hidup

    ShowBiz

    Ekonomi dan Bisinis


    Surabaya, Liputan Indonesia - Kepolisian lagi rutin mengadakan si Sikat Semeru 2016 dengan sasaran 3C (Curat/Curwan, Curas, Curanmor, Senpi dan sajam) yang digelar sejak 14 September 2016 telah berakhir pada 25 September 2016. Kapolres Tanjung perak telah menggelar Press Realease pada 28 September 2016 terhadap hasil semua tersangka dan barang bukti, pada (28/9/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

    Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete menerangkan, 20 kasus tersebut terdiri dari 12 curat, 5 curas, 1 curanmor dan 2 kasus sajam. Dari 20 kasus tersebut berhasil diamankan 22 tersangka.

    “ Pihak kami berhasil ungkap dalam operasi sikat Semeru yang ditargetkan sebenarnya hanya 4, jadi 300% dari hasil yang dilakukan operasi sikat Ini melebihi yang ditargetkan,” terangnya.

    Saat kegiatan, selain operasi sikat dari satuan narkoba juga mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba pada penggeledahan, penggerebekan di dapatkan juga amunisi di rumah tersangka. “Jadi ini pun termasuk dalam operasi sikat, yang termasuk salah satunya, untuk senpi belum kita temukan tapi yang kita temukan amunisi ada yang senjata panjang dan ada yang untuk jarak pendek.” Terang AKBP Takdir Mattanete.

    Takdir melanjutkan, sementara barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka diantanya, 5 unit motor roda dua, 1 unit mobil pikap, 3 buah dompet, 1 buat jam tangan, 1 buah soft case Nixon, uang tunai Rp 5.356.000, 1 BPKP, 1 STNK, 4 buah handphone, 1 bilah pisau penghabisan, 39 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 6 butir amunisi kaliber 0,6 mm, 6 butir amunisi kaliber 0,38 mm, serta 1 unit sepeda gunung merek Poligon.(isk).

    - - - - - - - -


    DEMAK, Liputan Indonesia — Babinsa koramil 13 Karangawen Serda Mulyadi , Selasa Pagi (15/12) meninjau jembatan Dukuh Singopadu desa Sidorejo Kecamatan Karangawen, yang putus akibat diterjang banjir luapan sungai Cabean yang terjadi Rabu (28/09/2016)pada pukul 04.00 dini hari.

    “Kami  dan Babinkamtibmas melakukan kunjungan ke lokasi paska banjir ini, karena pada saat kejadian sungai masih dalam keadaan meluap ,kami  mendengar berita itu langsung menuju ke lokasi sasaran akan tetapi sungai masih meluap tinggi,” tutur Mulyadi ke awak media ini serius.

    Dikatakan, terkait masalah putusnya jembatan di dukuh Singopadu ini, nanti saya laporkan kepada Danramil agar secepatnya di perbaiki sementara, terutama bagian sana yang harus di bongkar dan di bangun yang baru, karena jalan ini menghubungkan antara dukuh Singopadu desa Sidorejo kecamatan Karangawen dan desa Tlogoweru kecamatan Guntur yang kondisinya sudah rusak dan rapuh adapun panjang longsor tersebut kurang lebih 30 meter lebar 4 meter,”ungkap Babinsa Sidorejo  sembari menunjuk kearah beton ujung jembatan itu.

    “Ini wujud nyata kemanuggalan TNI dengan rakyat. Kami siap menjadi garda terdepan jika terjadi bencana alam apapun. Seperti saat ini, semua Babinsa yang ada di koramil daerah terjadinya bencana ini langsung terjun membantu warga secara bersama-sama membangun jembatan sasak darurat agar jembata putus bisa kembali dilalui warga,” kata Mulyadi.

    Sementara itu PLT Kepala Desa Sidorejo Junaedi dilokasi tersebut, ke Media Liputan indonsia menuturkan, pihaknya mengucapkan terimaksih kepada TNI dan Polri yang telah sudi berkunjung ke wilayahnya yang terkena musibah Jembatan putus ini.

    Kami yakin dan percaya, kalau sudah mendapat dukungan dari Pak Tentara, jembatan tersebut pasti bisa cepat selesai dan bisa dimanfaatkan warga setempat, karena untuk pulang pergi ke sawah dan ladang, termasuk mengangkut hasil bumi dan pertanian warga melalui jembatan ini ungkap Kades penuh harap.

    Banjir karena meluapnya sungai Cabean, menyebabkan ratusan hektar lahan pertanian seperti sawah, kebun jagung hancur di sapu banjir di kecamatan Karangawen,Guntur dan Sayung, termasuk beberapa rumah di sejumlah desa tersebut ikut terendam.(Pendim 0716/Demak).

    - - -

    Surabaya, Liputan Indonesia - Sejumlah lima rumah hiburan karaoke yang dilaporkan band radja ke mabes POLRI diantaranya NAV, Inul Vista, Charlie Family, Diva, dan Huppy Puppy yang masing masing terlapor berkas terpisah, dalam sidang terbuka untuk umum rabo (28/9) diruang sidang kartika pada pengadilan negeri surabaya hadir terdakwa Santoso Setyadi direktur PT Imperium rumah hiburan karaoke Huppy Puppy kawasan majend Sungkono surabaya yang sebelumya oleh JPU Ferry Rachman dari kejari surabaya terdakwa diduga melanggar pasal 72 ayat (1) ayat(2) UU RI no 19 tahun 2002 tentang hak cipta jo pasal 121 huruf d UU RI no 28 tahun 2014 barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta dipidana dengan pidana penjara paling lama 5(lima) tahun dan/atau denda paling banyak 500 juta rupiah.

        Agenda sidang rabu (28/9) pemeriksaan terdakwa Santoso setyadi didepan hakim majelis Haryanto SH,MH terdakwa sebutkan bahwa dia sudah lama berbisnis rumah karaoke sekitar lima belas tahun lebih ada sekitar 2200 kamar karaoke yang ia kelola di huppy puppy setiap awal tahun bayar royalty ke KCI hingga milliaran rupiah ,Santoso akui memang benar huppy puppy menggunakan lagu lagu band radja tapi dia tidak membajak lagu lagu tersebut,terpisah menurut keterangan saksi moldy sayangnya pihak manajement huppy puppy hingga kini enggan meminta maaf seperti dua rumah karaoke yang lainnya,justru malah terkesan mokong dan ngeyel malah sebaliknya justru band radja  dikriminalisasi bahwa konon katanya band radja memeras huppy puppy karaoke hingga milliaran rupiah dan royalty sudah di bayarkan ke YKCI itu tidak benar tolong rekan rekan wartawan ditulis yang besar tolong dibuktikan  kalau band radja memeras, perlu untuk diketahui YKCI hanya memungut penayangannya saja bukan menerima pembayaran royalty itupun yang dipungut lagu lagu yang didaftarkan ke YKCI, justru penayangan tanpa seijin penciptanya  sama halnya dengan mencuri dan kalau merobah justru pemalsuan "jelas moldy di depan para wartawan usai jalani sidang beberapa waktu yang lalu."


           Lain dengan pernyataan terdakwa Santoso didepan persidangan bahwa dirinya tidak membajak cukup ijin ke KCI apabila hendak menayangkan lagu lagu karena percaya dengan pernyataan KCI dan gembar gembor kepada dirinya yang menyebutkan bahwa semua pencipta lagu ada pada kendalinya,lanjut Santoso dan selama berbisnis karaoke sejak 2002 s/d 2016 dirinya tidak pernah dikomplain dari pihak manapun juga dan pada umumnya pihak pencipta lagu lebih senang kalau lagu lagunya sering ditampilkan sama halnya dipromosikan,sebaliknya justru band radja malah menuntutnya.

           Hakim Haryanto sempat bertanya kepada terdakwa Santodo terkait keributan band radja dan rumah karaoke inul vista "bahwa benar ada keributan antara band radja dan inul daratista dan perkaranya hingga kini masih terkatung katung juntru adanya lapor balik dari pihak inul ke pihak yang berwajib adanya  pemerasan dari pihak band radja " jelas Santoso,yang kemudian sidang ditutup dilamjutkan dua minggu mendatang (12/10)dengan agenda tuntutan dari JPU.(yess)


    - - - - - -


    Surabaya, Liputan Indonesia - Penetapan tersangka terhadap Sapto Yudho Nugroho tidak Relevan serta tidak diperkuat dengan alat bukti dan Barang Bukti (BB) yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP,  tanpa adanya saksi yang kuat dalam menentukan status tersangka. Penangkapan ini terkesan arogansi hukum, dan salah tangkap juga sudah melanggar HAM.

    Cara cara penangkapan Polsek Bubutan Surabaya masih memakai gaya Orde lama, memaksa mengakui serta menyiksa tersangka (Sapto Peristiawan Yudho Nugroho) dengan adanya penyiksaan, disetrum, pemukulan, dan dipukul palu lututnya serta dipaksa dan disuruh mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya, serta menandatangani sejumlah berkas dibawah tekanan polisi untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukan oleh Sapto. Rabu (28/9/16).

    Dengan Dasar tuduhan melakukan penipuan, penggelapan, pemerasan sebagaimana datur dalam Pasal 378 jo Pasal 372 jo Pasal 368 KUHPidana. Hal dimaksud sangat menciderai dan bertentangan jelas dengan Asas Praduga Tidak Bersalah dan Asas Kedudukan yang sama dimuka Hukum karena dalam proses pemeriksaan tidak didampingi oleh kuasa hukum, adalah melanggar hukum.


    Bagus Teguh Santoso, SH. MH. CLA selaku Ketua Divisi Hukum LSM Indonesia Sosial Control (ISC) sekaligus kuasa hukum Sapto mengatakan, telah melaporkan permohonan praperadilan terhadap Kepolisian Resort Bubutan ke Pengadilan Negri Surabaya. Terkait kasus peristiwa salah tangkap atas nama Sapto Peristiawan Yudho Nugroho (20) oleh satuan Reskrim Polsek Bubutan dijalan Krembangan tepatnya disamping Gedung DPRD, diduga cacat hukum (salah tangkap), dengan Sprint Laporan Polisi Nomor : LP/B/66/IX/2015/JATIM/RESTABES.SBY/Sek.Bubutan,Tanggal 23/9/2016. Pengiriman surat penangkapan perintah yang kedua dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/87/IX/2015/JATIM/RESTABES.SBY/Sek. Bubutan, tanggal 23/9/2016. setelah dicermati nampak berbeda dari situ terkesan penangkapan Sapto dipaksakan, tidak relevan dan sangat melanggar hukum.

    " Kasus ini bukan main main, jangan sampai citra kepolisian yang dibangun selama ini dengan baik oleh Kapolri Tito Karnavian serta pihak kepolisian seindonesia tercemar dengan segelintir ulah oknum Polsek Bubutan, Saya mewakili Tim kuasa hukum langkah pertama kita memberikan pengaduan masyarakat dan perlindungan hukum yang pertama diajukan kepada presiden, Kapolri, serta Kapolda Jatim untuk meminta perlindungan hukum cilent saya. " Ungkapnya. (28/9).

    Pada saat awal mengingat terjadinya kehilangan sepeda motor itu saudara Sapto berada dirumahnya sesuai dengan informasi keluarga dan sejumlah tetangganya. Menurut info yang didapat Kanit Serse Polsek Bubutan AKP Budi Walujo,SH.,M.Hum sepeda motor tersebut raib pada hari rabu pukul 17:00 wib sore namun fakta yang didapat dari warga sekitar kediaman, saudara Sapto hari rabu pukul 16:00wib sedang berada di gapura kampung dekat rumah bersama beberapa warga dan pukul 17:00 wib sore sampai 19:30 wib saudara Sapto berada di rumah temannya sekampung  dan sekitar pukul 19:31 wib diajak temannya tersebut pergi ke Giant Rajawali.

    Dalam penanganan setiap kasus, telah dituangkan dalam analisa yuridis pertama proses dalam menetapkan tersangka itu bertentangan dengan ketentuan yang dimaksud dalam pasal 1 angka 14 jo pasal 1 angka 10 Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2012 pasal 1 angka 10 peraturan Kabareskrim nomor 3 tahun 2014 bahwa tersangka didasarkan dengan adanya bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana terhadap alat bukti permulaan sebagaimana diatur dalam pasal tersebut.

    Kuasa Hukum Bagus Teguh Santoso, SH. MH. CLA menuturkan, bahwa hari ini Rabu tanggal 28 September 2016 tim kuasa hukum telah mendaftarkan ke Pengadilan Negri Surabaya dan  mendapatkan permohonan praperadilan dengan register nomor : 46/Praper/2016/PN.Sby. dan dikawal oleh sejumlah media massa demi membantu mengawal penegakkan hukum di indonesia, supaya Polri yang dibangun oleh Pejuang Polri nama baiknya tidak buruk, perbuatan polsek Bubutan Surabaya bertolak belakang dengan Himbauan Kapolri Tito Karnavian " Polisi harus bersama masyarakat dan mengayomi dengan sungguh sungguh sepenuh hati, agar perilaku polisi sesuai dengan Sumpah TRI BRATA.

    " Semua surat tembusan sudah kita kirim diberbagai instansi terkait, tinggal menunggu saja waktunya, biarkan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedural. Kami bersama sama dengan LSM ISC tetap akan mengambil tindakan tegas, sebab negara kita merupakan negara hukum dan tidak perlu arogansi dalam menegakkan supremasi hukum " Imbuhnya. (red/one)

    - - - - - - - - -


    Surabaya, Liputan Indonesia - Kepolisian Daerah Jawa Timur ( Polda Jatim ) mengadakan Silaturrahmi dengan perwakilan PWI Jatim berserta undangan Pimpinan Redaksi ataupun Kepala Biro yang berada di Jatim terutama Kota Surabaya. Pentingnya peran serta pendekatan secara emosional dengan baik antar institusi polri dengan Media Massa dinilai sangat diperlukan, agar Media Massa yang berada di Jawa timur khususnya Surabaya bisa sinergi dikemudian hari. Selasa, (27/9/16).

    Kegiatan yang diselenggarakan bertempat di Hotel Singgasana dihadiri langsung oleh Kapolda Jatim Irjen. Anton Setiaji, Kapolrestabes Kombes Iman Sumantri, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete dan sejumlah Pejabat Polri lainnya, juga dari Pihak Media Massa yaitu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  beserta para media ber Pogja, maupun media yang belum di Approve di Polda turut hadir, dalam rangka Silaturrahmi Polri dan Media sesuai MoU Kemitraan.


    Tidak adanya perbedaan antar Polisi dan Wartawan saat pertemuan dalam perihal menu makanan maupun tempat duduk, itu direalisasikan oleh Kapolda Jatim. Irjen Pol Anton membaur bersama para wartawan yang hadir membuat suasana menjadi lebih akrab secara emosional, mengingat Kapolda Jatim sosok orang Humoris, Ramah dan Santun terhadap siapapun.

    Anton mengatakan, Kita semua sama saja tidak ada yang membedakan pejabat Polri ataupun Wartawan.


    " Ini semua merupakan tugas bagi negara, yang beda hanya seragam kok. maka justru itu polisi manusia, wartawan juga manusia sama sama punya tugas pokok. bila ada salah itu manusiawi bila benar terus bukan manusia berarti malaikat, ayo kita benahi Jawa timur dengan kolaborasi yang baik, jika ada oknum polisi yang melakukan perihal diluar kode etik, Anda bisa, silahkan laporkan ke Propam, agar kita semua menjadi lebih baik sesuai harapan kita semua." Tutur Kapolda Jatim.

    Masih Kapolda Jatim, kegiatan ini fungsinya agar kedekatan dengan mitra, ke depan  Wartawan dan Polisi lebih bisa sinergi dalam melakukan tugas di lapangan.

    " Apalagi sekarang Perintah langsung dari Kapolri agar lebih dekat dengan masyarakat yang dijembatani oleh Wartawan. Media Massa kan salah satu Jembatan Aspirasi Masyarakat selain LSM." Tambah Irjen Pol Anton.


    Selain itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Takdir Mattanete turut menyumbangkan suaranya untuk menyanyikan lagu, sekaligus memeriahkan acara, lagu tersebut diperuntukkan kepada Kepolisian serta Mitranya yaitu para perwakilan Jurnalis yang berada di Jawa Timur khususnya Surabaya dan sekitarnya. ( Red/icl).

    - - - - - - - -

    Surabaya, Liputan Indonesia- Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim berhasil mengungkap Gembong Narkoba Jenis Shabu,ekstasi warna biru berlogo kupu-kupu dan ganja. Dari ungkap kasus ini tersangka Jumhur Johan (34) asal Keplaksari,Peterongan Jombang berhasil di amankan.

    Wadir Ditreskoba Polda Jatim, AKBP Teddy Syarif mengatakan, penangkapan tersangka merupakan hasil dari laporan masyarakat. Senin, (26/9/2016).

    Dari hasil  pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika tersebut petugas mengamankan barang bukti

    Tersangka Jumhur Johan kedapatan memiliki barang bukti berupa 28 kantong klip plastik berisi Shabu seberat 2 Ons 85,94 Gram, 6 bungkus Ganja kering dilapisi lakban, seberat 6 Kg, 1 plastik hitam berisi Ganja kering seberat 300 Gram, 6 kantong klip plastik berisi seberat 79,63 Gram, 2 kantong klip plastik berisi Ganja kering seberat 50,7 Gram, 1 kantong plastik klip berisi 10 butir Extacy seberat 3,3 Gram, 3 botol bong, 1 timbangan takaran rumah tangga merk Lion Star, 1 unit Handphone, uang tunai 200 ribu rupiah, buku tabungan Tahapan BCA, kartu ATM, 8 bungkus klip plastik ukuran 5X3 @100 lembar, 1 bungkus klip plastik ukuran 10X6 @100 lembar.

    Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat(2) dan pasal 112 ayat(2) UU RI no.35 tahun 2009. Ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda pidana paling sedikit RP.800 juta rupiah dan paling banyak RP. 8 milyard. (Icl).

    - - - - - -


    Surabaya, Liputan Indonesia - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Anton Setiadji SH,MH pimpin langsung keberangkatan bantuan korban banjir ke wilayah kabupaten Garut Jawa Barat.

    Turut menyerahkan secara simbolis ketua Bhayangkari Pengurus Jawa Timur Ny. Siswi Anton Setiadji serta Wakapolda Jatim dan Para Pejabat Utama Polda Jatim di lapang apel Mapolda Jatim. senin, (26/09/16).

     " ini adalah bentuk kepedulian kita bersama terhadap musibah di Garut yang menimbulkan banyak korban kebetulan saya juga mengumpulkan para Kapolres dan juga ada titipkan dari pengurus Bhayangkari pusat (Mabes Polri ) dan juga banyak perusahaan disini juga peduli jadi kita bisa dapat harga lebih murah" Tutur Irjen Pol. Drs. Anton Setiadji SH,MH selaku Kapolda Jawa Timur.

    Kegiatan Sosial ini sering dilakukan oleh pihak Kepolisian dari tingkat Polsek, Polrestabes, Polres se-Jawa Timur, dan Polda Jatim, untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.


    " Tidak kali ini saja kok kita adakan bantuan sosial seperti ini, sudah sering mas tapi kita tidak ingin terlalu di ekspos media. Kita harus memperhatikan saudara kita yang sedang membutuhkan, mengingat mereka juga saudara kita satu nusa satu bangsa Indonesia." Tambah Kapolda Jatim. (icl/ihk).

    - - - - - - - - -